Image default
Laporan Utama

3 Program Besar DBMPR untuk Jabar

Refocusing anggaran untuk menanggulangi pandemi virus Corona (COVID-19) membuat beberapa paket pekerjaan di lingkungan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat (DBMPR Jabar) terpaksa dibatalkan dan dialihkan ke tahun 2021. Padahal, beberapa di antaranya telah direncanakan dan siap memasuki proses lelang.

Selain itu, ada tiga program yang mendapat perhatian khusus untuk direalisasikan di tahun 2021, karena menyangkut kepentingan masyarakat. Ketiga proyek pembangunan tersebut ada di lingkungan DBMPR Jabar. Yaitu, pembangunan Jalur Horizontal/Jalur Tengah Selatan (JTS), jalan tambang Parung – Kabupaten Bogor, serta pembangunan Masjid Raya Provinsi Jawa Barat, Al-Jabbar, tahap IV.

Hal yang krusial dari ketiga pembangunan tersebut adalah masalah anggaran. Mengingat anggaran saat ini banyak tersedot untuk bantuan sosial dan recovery ekonomi akibat pandemi COVID-19, maka perlu adanya sumber anggaran lain, selain dari APBD, agar ketiga proyek ini dapat terealisasi.

Untuk itu, Selasa (14/7), berlangsung Rapar Pembahasan Tiga Proyek Strategis di Ruang Rapat B Kantor Bappeda Provinsi Jabar. Rapat dipimpin Asisten Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Jabar, Eddy Nasution. Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Bappeda, Pimpinan Biro Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan investasi, Biro Hukum, serta undangan lain yang terkait dengan ketiga proyek tersebut.

Rapat turut dihadiri Kepala DBMPR Jabar, A. Koswara, MP, didampingi Kepala Bidang Jasa Konstruksi, Indra Maha, dan Kepala Bidang Teknik, Gumilang. DBMPR Jabar melakukan ekspose tiga rencana proyek pembangunan itu.

Pembangunan JTS dengan panjang 310 km (dibagi 2 segmen barat dan timur) membutuhkan anggaran Rp 2,675 triliun. Manfaatnya akan memangkas jarak dan waktu, memudahkan menuju tempat wisata, serta berpengaruh bagi pertumbuhan ekonomi dan kegiatan sosial, khususnya di wilayah Jabar bagian selatan.

Sementara pembangunan Masjid Al-Jabbar tahap IV memerlukan anggaran Rp 475 miliar lebih. Anggaran sebesar itu diperuntukkan buat bangunan masjid, interior, dan konten Ma’rodz. Ditargetkan masjid bisa dipakai berjamaah tahun 2022.

Terakhir, untuk jalan tambang, panjangnya 24,89 km dengan perkiraan anggaran Rp 560 miliar lebih. Rencananya, jalan tambang tersebut akan berbayar. Pembangunan jalan tambang ditawarkan melibatkan pemilik tambang.

Eddy Nasution sangat mengapresiasi rencana pembangunan JTS, karena sangat bermanfaat dari sisi sosial maupun ekonomi. “Saya baru tahu, daerah-daerah yang tadi dipaparkan Kadis BMPR dan dampaknya pasti akan baik bagi wilayah tersebut khususnya,” ujar Eddy.

Setelah paparan, rapat dilanjutkan dengan tanggapan dan diskusi atas rencana tersebut. Salah satu pertanyaan yang disampaikan pimpinan rapat terkait kesiapan kucuran dana untuk proyek. Terkait hal ini, Kepala Biro BUMD dan Investasi, I Gusti Agung, menyatakan siap dan akan menugaskan PT Jasa Sarana (JS) sebagai pelaksana dan investor.

Namun, baik BUMD maupun PT JS menyatakan, proses itu harus melewati Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Selain itu, harus melalui persetujuan DPRD Provinsi Jabar. Setelah semua tanggapan dan pertanyaan didiskusikan, rapat ditutup dengan keyakinan proyek akan segera terealisasi serta membawa banyak manfaat bagi masyarakat.

Dua minggu setelah rapat di Bappeda, Tim dari PT JS mengadakan pertemuan dan presentasi di DBMPR Jabar. Presentasi yang dilakukan di hadapan Kepala DBMPR dan jajarannya ini menyampaikan hasil perhitungan anggaran yang diperlukan untuk proyek pembangunan JTS. Koswara dan jajarannya pun kembali bertemu dengan Biro BUMD dan Investasi untuk membahas rencana proyek itu.

Beberapa hari kemudian, jajaran DBMPR Jabar dipanggil Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, untuk membahas kelanjutan pembangunan Masjid Raya Al-Jabbar tahap IV. Menyangkut kelanjutan pembangunan Masjid Al-Jabbar, maka anggaran diusulkan ditetapkan secara multiyears atau dengan melakukan penugasan sekaligus sebagai investor. (DK)

 

Artikel Terkait

KPA dan PPK Dipisah

dinamika

DBMPR Jabar Mulai SPBE dengan Rapikan Data

dinamika

Buka-Bukaan Pertanggungjawaban di Ruang Pameran

dinamika