Image default
Laporan Utama

5 Program Strategis DBMPR Jabar

PEMBANGUNAN infrastruktur bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar lokasi pembangunan. Pasalnya, perekonomian akan berputar lebih cepat ketika kondisi infrastruktur baik. Demikian pula dengan wilayah Provinsi Jawa Barat, yang menjadi lokasi sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) dari Pemerintah Pusat, terutama PSN yang berkaitan dengan jalan, jembatan, dan infrastruktur transportasi lainnya.

Tentunya, keberadaan PSN berdampak pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di level provinsi hingga kabupaten/kota yang dilalui. Hal ini dijelaskan Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat (DBMPR Jabar), A. Koswara, M.P. ”Ada beberapa program DBMPR Jabar yang terdampak banyak dari adanya PSN,“ ungkapnya.

Beberapa PSN yang melewati wilayah Jabar di antaranya Proyek Kereta Api Cepat Indonesia – Cina (KCIC); Program Sungai Citarum Harum ; dan pembangunan jalan tol Cigatas (Cileunyi – Garut – Tasikmalaya), Cisumdawu (Cileunyi – Sumedang – Dawuan), dan Bocimi (Bogor – Ciawi – Sukabumi).

“PSN KCIC jelas akan mengubah RTRW provinsi dan kabupaten/kota yang dilewati. Proyek ini berdampak pada beberapa dokumen perencanaan tata ruang, pembentukan pusat kegiatan, serta struktur ruang di Jawa Barat,” papar Koswara. Di samping itu, dampak PSN mengharuskan beberapa program untuk segera ditindaklanjuti. Salah satunya penambahan flyover untuk perlintasan sebidang kereta api.

Selain pembangunan infrastruktur karena dampak PSN,  menurut Koswara, DBMPR Jabar pada tahun 2019 juga memiliki Lima Program Strategis yang akan dijalankan hingga tahun 2020. Kelima program ini merupakan hasil evaluasi dan pengembangan dari tiga kegiatan utama DBMPR, yakni pemeliharaan, peningkatan, serta rehabilitasi jalan dan jembatan di wilayah Jabar.

“Beberapa program merupakan hasil kolaborasi DBMPR Jabar dengan unit-unit lain yang terkait dalam pembangunan infrastruktur fisik,” jelas Koswara.

Program pertama adalah peningkatan jalan horizontal tengah pada jalur Jabar selatan yang berfungsi menghubungkan jalur Sukabumi hingga Pangandaran sejauh 410,79 km. “Feasibility study-nya sudah dilakukan sejak tahun 2015. Tahun ini, kami mulai pastikan trasenya dan tahun depan mulai pengerjaannya,” ungkap Koswara.

Dari total panjang 410,79 km di jalur selatan, DBMPR Jabar membaginya menjadi tujuh ruas jalan.

Jabar Selatan

Pertama, ruas Lengkong – Sagaranten sepanjang 28,07 km. Selanjutnya, Sagaranten – Tanggeung sejauh 39,02 km. Kemudian, Tanggeung – Ciwidey sepanjang 68,15 km. Lalu, Ciwidey – Pangalengan sejauh 24,75 km. Lantas, Pangalengan – Cikajang sepanjang 68,76 km. Berikutnya, Cikajang – Bantarkalong sepanjang 76,02 km. Terakhir, Bantarkalong – Kertahayu sejauh 106,02 km. Ketujuh ruas jalan itu berada di tiga wilayah pengembangan, yaitu Sukabumi, Bandung – Cianjur, dan Priangan Timur – Pangandaran.

Jamu Desa

Program kedua, Jalan Mulus Perdesaan (Jamu Desa). Menurut Koswara, program ini bagian dari proyek prioritas Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, yang menginginkan setiap wilayah hingga level desa memiliki jalan ikonik.

“Untuk Jamu Desa ini, nanti perkerasannya tidak memakai aspal atau beton, namun paving block yang dibuat dengan pola-pola cukup menarik. Jadi, hanya kendaraan ringan saja yang dapat melintas di jalan ini. Jalan ikonik ini tujuannya untuk jalan wisata dan menjadi proyek baru sebagai bagian dari program unggulan kami,” paparnya.

Dalam Program Jamu Desa, DBMPR Jabar hanya memberikan dukungan dari sisi anggaran untuk paving block. Sementara pengerjaannya diserahkan pada desa masing-masing. Tahun ini sudah dibuat percontohan untuk melihat hasilnya secara teknik, di mana untuk pembuatan pola paving block-nya DBMPR Jabar bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum Kota/Kabupaten.

Jalan Unggulan

Program ketiga menyangkut jalan unggulan di masing-masing kabupaten/kota yang akan menjadi ikon di masing-masing daerah. Jalan ikonik ini akan distandarkan untuk bagian-bagian jalannya, seperti penerangan jalan umum (PJU) yang lengkap, trotoar yang lebar dan rapi, tempat duduk di pinggir jalan, hingga berbagai tanda lalu lintas. Contoh jalan ikonik seperti Jalan Asia Afrika di Kota Bandung.

Menurut Koswara, dengan adanya program ini, maka masing-masing kabupaten/kota memiliki ciri khas yang bernilai jual. Program jalan ikonik sendiri akan diprioritaskan bagi jalan-jalan provinsi yang ada di dalam kota/kabupaten. ”Misalnya, kami bisa saja menghitung kebutuhan PJU di jalan provinsi yang ada di wilayah kota/kabupaten. Nanti, pengerjaan PJU-nya bisa dilakukan Dinas Perhubungan Kota/Kabupaten, karena saat ini eranya kolaborasi dengan unit lain. Kami tak mungkin mengerjakan semuanya sendirian,” tegas  Koswara.

Standarisasi Keselamatan Jalan

Program keempat adalah standardisasi keselamatan untuk semua jalan provinsi yang ada di wilayah Jabar. Misalnya, untuk jalan-jalan di wilayah yang rentan bencana alam seperti banjir dan longsor, maka akan mendapat prioritas perhatian. Kemudian, jalan-jalan provinsi di semua wilayah akan dilebarkan ukurannya, disesuaikan kapasitasnya, ditingkatkan kekuatan perkerasan serta berbagai fasilitas pendukungnya, seperti tanda-tanda lalu lintas, pengaman di belokan, dan PJU.

Salah satu aspek keselamatan jalan yang diusung DBMPR Jabar dalam program strategisnya adalah penambahan flyover untuk perlintasan sebidang kereta api atau karena adanya pembangunan jalan tol. Dengan begitu, lalu lintas untuk kereta api maupun kendaraan beroda tidak akan terganggu. Penambahan flyover akibat pembangunan KCIC akan menjadi prioritas aspek keselamatan, terutama jalur Tegal Luar hingga Stasiun Kota Bandung.

Interkoneksi Jalan

Program kelima memprioritaskan kemantapan jalan-jalan menuju destinasi wisata dan kawasan strategis eksklusif (KSE) lainnya. Jalan menuju destinasi wisata contohnya Pangandaran, Geopark Ciletuh, dan lain-lain. Sementara KSE di antaranya Kawasan Segitiga Rebana di wilayah Cirebon, Bandara Internasional Kertajati di Majalengka, dan Pelabuhan Patimban di Subang. (wawan – ipet / DK)

Artikel Terkait

Buka-Bukaan Pertanggungjawaban di Ruang Pameran

dinamika

Upayakan Tanjakan Emen jadi Aman

dinamika

SOBEK : Skema Pemodelan Banjir

dinamika