Image default
Profil

Ari Haidriansyah: Pengalaman Mudahkan Pekerjaan

Sering kali kita belajar dari pengalaman untuk lebih siap dalam menghadapi sesuatu kedepannya, kaya akan pengalaman akan mempercepat dalam mencari solusi suatu pekerjaan. Seperti yang diungkapkan oleh Kepala Seksi Sistem Jaringan dan Leger Jalan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Provinsi Jawa Barat, Ari Haidriansyah. Pengalamannya sebagai Engineer BUMD PT. Jasa Sarana dan Konsultan Perencana yang ia dapatkan sebelum bergabung dengan Bina Marga mempermudah dalam menjalankan tugas ketika bergabung dengan Bina Marga.

ARI mulai bergabung di DBMPR sebagai staf kasubag perencanaan program pada tahun 2010. Kemudian di tahun 2015 lulusan sarjana teknik sipil Universitas Kristen Maranatha dipindahtugaskan sebagai koordinator pengawas lapangan di Balai Pengelolaan Jalan Wilayah Pelayanan III dan sejak tahun 2017 kembali ke kantor DBMPR dan mengemban tugas menjadi Kepala Seksi Sistem jaringan dan Leger Jalan pada Bidang Teknik Jalan hingga sekarang.

Karena pengalaman yang sudah ia dapatkan ketika menjadi konsultan, setidaknya mempermudah Ari  untuk lebih cepat memahami tugas dan fungsi sebagai Kepala Seksi Sistem Jaringan dan Leger Jalan. “Tidak ada kesulitan yang berarti hanya perlu beradaptasi karena saya sudah punya pengalaman di dalam pembuatan leger jalan”. Selain itu untuk pegangan saya pun membaca dan mempelajari Peraturan dan Perundang-undangan yang berkaitan terutama di bidang jalan,” ujarnya.

Sistem jaringan jalan Provinsi berhubungan langsung dengan banyak pihak, baik pemerintah Kabupaten/Kota dan Pemerintah Pusat. Paling singkat5 tahun sekali akan ada penetapan status ruas jalan dengan memperhatikan fungsi jalan, di dalam 5 tahun tersebut dilakukan penyusunan pengembangan jaringan jalan, meliputi jalan provinsi, jalan Kabupaten/Kota, jalan Nasional dan jalan tol.

“Dalam mengelola sistem jaringan jalan di situlah peran kita. Perubahan fungsi jalan pada suatu ruas jalan dapat dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa hal. Berperan penting dalam pelayanan terhadap wilayah yang lebih luas daripada wilayah sebelumnya, semakin dibutuhkan masyarakat dalam rangka pengembangan sistem transportasi, lebih banyak melayani masyarakat dalam wilayah wewenang penyelenggara jalan yang baru dan semakin berkurang peranannya, dan/atau semakin sempit luas wilayah yang dilayani,” jelas lulusan S2 Sistem dan Teknik Jalan Raya ITB ini”.

Dibantu oleh stafnya  Ari selalu fokus untuk terus berkomunikasi dan bersosialisasi tentang apa yang akan di hadapi kedepannya. Tak jarang ia sharing bersama orang tua, atau para seniornya yang sudah berpengalaman di bidang ini. Ari sering mengikuti rapat koordinasi bersama dinas ke PU-an, bahkan pernah pula menjadi pembicara di salah satu kegiatan Kementerian PUPR di dalam pengelolaan leger di Provinsi Jawa Barat.

Ari selalu mengingat pesan yang diberikan kedua orang tuanya untuk tidak malu bertanya kepada siapa pun. Baik kepada atasan mau pun bawahannya. “Perjalanan karier orang tua menjadi parameter bagi saya untuk berkarier”. Ketika saya bekerja di PU, sebetulnya tinggal berkomunikasi, bersosialisasi yang saya tempuh. Kebetulan dibagian perencanaan program dulu sering kali mengikuti rapat dengan berbagai pihak baik Pemda, Dewan, Kementerian maupun Kepolisian, yang semakin menambah pengalaman dan daya ruang saya sebagai birokrat.

Karier Ari tidak akan berjalan mulus tanpa dukungan dari keluarganya. Anak dan istri sangat mendukung apa yang Ari lakukan hingga saat ini. Ari merupakan seorang family man. Ia selalu menyempatkan waktu untuk berkumpul bersama keluarga bahkan di sela kesibukannya bekerja.

“Dukungan keluarga anak istri, pada intinya sangat mendukung dan selalu berpesan untuk hati-hati. Support waktu, mental dan doa selalu diberikan oleh mereka. Dan tidak jarang saya selalu membawa mereka saat saya bekerja di lapangan pada hari-hari libur. Agar mereka tahu pekerjaan saya seperti apa,” ujar ayah yang mempunyai anak kembar ini.

Ari tidak menuntut kedua anaknya untuk menjadi PNS. Tetapi ia berharap kedua anaknya bisa bekerja melalui sekolah ikatan dinas. Kedepannya Ari berharap untuk terus bisa memberikan kontribusi terhadap pekerjaannya. Ia pun terus meningkatkan kemampuannya menghadapi tantangan baru di masa depan. “Saya ingin selalu memberikan yang terbaik, dengan mengikuti perkembangan dan tuntutan masyarakat. Sehingga ketika ada halangan dan tantangan kedepannya saya sudah mempersiapkan itu semua dan kita bisa menjawab tantangan tersebut,” tutup Ari. v (Lutfi / D.K.)

Artikel Terkait

Siapkan Regenerasi Bagian Perencanaan

dinamika

Agus Hendrarto : Bekerja Harus memberi Manfaat

dinamika

Menekuni Seni dan Pariwisata, Belajar Tegar Membaur di Infrastruktur

dinamika