Image default
Profil

Asep Achmad Muhyidin : Bekerja Dan Mencintai Pekerjaan

Fokus, cinta pekerjaan dan ulet dalam mengerjakan sesuatu mengantar R. Asep Achmad Muhyidin menginjakkan kaki sebagai Kepala Bidang Teknik Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat.

Jalan panjang meraih kesuksesan ini tidak dengan mudah dilalui. Mempunyai latar belakang pendidikan Jurusan Teknik Sipil ITB, mendukung Asep untuk menjalani hari-harinya di Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Jawa Barat.

Mengawali karier di Direktorat Pelayanan Wilayah Barat Kementerian PUPR pada tahun 1998, Asep mulai menjabat sebagai Kepala Tata Usaha (KTU) pengawas lapangan di wilayah Sukabumi. Seiring berjalannya waktu, Asep mulai berpindah-pindah tempat tugas karena menjadi penanggung jawab dan pengawas pembangunan jalan mulai setelah dilanjutkan ke Cianjur, Bogor, Tanjung Priok,Bandung dan terakhir sebagai KTU BPJ V Tasikmalaya menjadi bagian perjalanan karier Asep sebelum akhirnya didapuk menjadi Kepala Bidang Teknik DBMP Jawa Barat menggantikan Gumilang yang mendapatkan posisi baru sebagai Kepala Bidang Penataan Ruang.

“Perjalanan panjang saya lalui sebelum mencapai saat ini. Walaupun sering berpindah tempat tugas, dasarnya saya cinta pekerjaan ini sehingga tidak menjadi beban. Malah senang. Banyak belajar dari pengalaman dari satu tempat ke tempat lainnya. Sejak 1998 mengawali karier hingga saat ini merupakan hal yang tidak akan terlupakan,” ujar Asep, bapak berbadan kekar ini.

Tidak ada kesulitan yang amat berarti bagi Asep saat ini. Walaupun berbeda tugas dan pekerjaan, bisa dilalui Asep sejauh ini. Di Bidtek ini tugasnya adalah membuat desain dan perencanaan konstruksi dan pendataan riwayat jalan dan monitoring regulasi dan kerja sama bantuan Gubernur.

“Alhamdulillah tidak ada kesulitan berarti yang saya lalui. Yang membedakan hanya tugas dan ruang lingkup yang sangat luas saat ini. Berkat didukung oleh 3 kepala seksi yang kompeten di bidangnya, mempermudah pekerjaan saya. Sering kami berembuk dan musyawarah ketika menghadapi masalah. Memang saling membantu dan mempermudah pekerjaan,” ungkap Asep.

Menempati tempat dan pekerjaan baru membuat Asep terus belajar dan menyesuaikan dengan pekerjaan. Tidak puas dan ingin memberikan yang terbaik adalah tujuan dari Asep. “Saya menempatkan teman-teman yang lain sebagai mitra kerja. Sharing, pemecahan masalah walaupun akhirnya sebagai pemimpin, sayalah yang memutuskan suatu hal,” ungkapnya.

Saat ini prioritas Asep dengan tim sedang melakukan monitoring bantuan Gubernur 2017, kegiatan perencanaan untuk beberapa paket yang sedang berjalan. Selain itu, sedang mempersiapkan perencanaan desain untuk tahun 2018. Perencanaan desain tersebut digunakan untuk pelelangan paket-paket di tahun 2018.

“Di Bidtek ini murni dibiayai APBD. Monitoring dana Provinsi dan mengelolanya. Terutama mengenai kesesuaiannya. Dana yang diturunkan dan bentuk fisik dari pengadaan barang harus sesuai dan ada bukti fisiknya,” ujar ayah dari satu anak. (Wasu – Luthfi/DK)

Cita-citanya Memang Jadi Tukang Insinyur

Bekerja di lapangan yang berhubungan langsung dengan banyak orang tentu banyak suka dan duka yang dirasakan oleh Asep. Ketika pihak pelaksana tidak bisa bekerja dengan maksimal dan tidak sadar akan tugasnya, menjadi kesedihan bagi Asep. “Saya senang berada di lapangan. Karena di lapangan bisa menikmati udara segar, berhubungan dengan banyak orang, mengunjungi satu daerah ke daerah lainnya. Sambil rekreasi lah,” ujarnya.

Jika melihat begitu semangat dalam pengabdian di bidang urusan jalan dan jembatan sekarang, karena memang cita-cita Asep sejak masa kecil ingin menjadi tukang insinyur. Tetapi siapa sangka, Asep hampir tak jadi tukang insinyur, karena selepas SMA sempat menjalani masa kuliah di STAN jurusan bea cukai selama 4 hari. Tak dinyana dia pun diterima lewat UMPTN di Jurusan teknik sipil ITB.

Dilema pun ia rasakan. Memilih melanjutkan di STAN mengikuti keinginan orang tua dan keluarga karena selain mendapatkan bea siswa ikatan Dinas juga pasti kerja di Departemen Keuangan, atau mengejar cita-citanya. Saya akhirnya lebih memilih kuliah di ITB untuk mengejar cita-citanya menjadi insinyur meski dengan konsekuensinya harus mencari uang kuliah sendiri .

“Saya putuskan untuk mengejar cita-cita. Karena pada dasarnya bekerja dan mencintai pekerjaan apapun itu, akan mempermudah daripada dalam keadaan terpaksa menjalaninya,” Jelas Asep, yang akhirnya bisa menyelesaikan S2 di jurusan yang sama di ITB. (Wasu – Luthfi/DK)

Keluarga Pelepas Dahaga

Di sela-sela kesibukannya dalam bekerja, Asep tidak lupa untuk menyempatkan waktu bersama keluarga. Menonton film, olahraga dan makan bersama adalah hal yang biasa ia lakukan bersama keluarga kecilnya. “Bagaimanapun, waktu bersama keluarga adalah hal terpenting. Apalagi anak saya sudah menginjak bangku SMP. Pasti perlu perhatian lebih. Saya dan istri pasti menyempatkan untuk sekadar hang out,” ujarnya.

Saat ini istrinya bekerja di bank swasta, dan anaknya sudah menginjak kelas 2 SMP di salah satu sekolah favorit di kota Bandung. Bagi Asep, menyempatkan waktu bersama keluarga sebagai pelepas dahaga dan penghibur disela kesibukan yang sedang dijalaninya.

Keluarga Asep saat ini sudah diboyong ke kota Bandung dan menempati rumah di kawasan Padasuka Cicaheum Bandung agar lebih dekat dengannya. Asep yang merupakan asli Tasikmalaya sudah kadung cinta dengan kota Bandung.

“Saya besar di Tasikmalaya dan Jakarta, namun apabila disuruh memilih saya lebih memilih Bandung. Entah kenapa memang nyaman dan cinta dengan kota ini,” ujar pria yang hobi membaca buku.

Anak semata wayang Asep sedang menekuni olahraga renang. Asep bersama istri sangat mendukung kegiatan yang ditekuni anaknya. Baginya, bakat dan minat yang dimiliki oleh sang anak tidak bisa dipaksakan sesuai kehendak orang tuanya. “Tidak ada yang bisa dipaksakan. Karena sesuatu yang dipaksakan pasti akhirnya tidak enak. Apa yang sedang dijalani anak saya, saya bersama istri selalu mendukung. Semoga apa yang sedang dijalaninya bisa membuat bangga kedua orang tua dan bisa mengharumkan nama bangsa,” pungkasnya. (Luthfi/DK)

Artikel Terkait

Menjaga Amanah Menaklukkan Tantangan

dinamika

Total Bekerja Ikhlas Bertugas

dinamika

Pengalaman Lapangan Rampungkan Masalah Lapangan

dinamika