Image default
Laporan Utama

Bantuan Jabar Atasi Kemacetan Bandung

VISI Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) meraih Juara Lahir Batin terus diperjuangkan agar bisa terealisasi. Upayanya antara lain dengan menggeber berbagai pembangunan fisik, sumber daya manusia (SDM), dan rohani. Salah satu yang ngabret dilakukan adalah pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di berbagai kota dan kabupaten.

Hanya berselang dua minggu setelah melakukan ground breaking pembangunan flyover  (overpass Cibeureum) segmen tiga Jalur Lingkar Selatan Kota Sukabumi, di Kelurahan Cibeureum Hilir, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, Rabu (21/8), Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, kembali mencanangkan dimulainya proyek serupa.

Kali ini ground breaking berlangsung di di perempatan lampu merah Jl. Jakarta – Jl. Ahmad Yani, Bandung, Selasa (3/9). Ada dua flyover yang bakal dibangun di Kota Bandung, yaitu di Jl. Jakarta – Jl. Supratman dan Jl. Laswi – Jl. Pelajar Pejuang.

Ridwan Kamil menekan tombol sirene tanda dimulainya pembangunan flyover didampingi Kepala Dinas Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat (DBMPR Jabar), A. Koswara M.P., Kepala Dinas Perhubungan Jabar, serta Wali Kota Bandung, Oded Mohammad Danial.

Usai acara, Kang Emil menuturkan, pembangunan flyover merupakan salah satu cara Pemprov Jabar memfasilitasi kebutuhan infrastruktur transportasi di perkotaan. “Pemprov Jabar bersikap adil terhadap semua kota dan kabupaten. Kebutuhan kota cenderung berupa infrastruktur lalu lintas, sementara kebutuhan kabupaten rata-rata pertanian, perikanan, dan penataan pariwisata daerah,” kata Emil.

Pembangunan infrastruktur di kabupaten/kota akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah. “Kami akan menyesuaikan dengan kebutuhan daerah. Contohnya di Kota Bandung, pembangunan flyover perlu untuk mengantisipasi lalu lintas Kota Bandung  yang sudah sangat padat,” ujarnya.

Karenanya, peningkatan konektivitas jalan melalui flyover menjadi kunci pemecahan masalah lalu lintas di Kota Bandung. Terlebih, sebentar lagi akan hadir kereta api cepat Jakarta – Bandung. Pembangunan flyover atau perlintasan tidak sebidang memang bagian dari pembangunan konektivitas dan satu solusi mengatasi kemacetan di perkotaan.

Mengenai permintaan bantuan Wali Kota Bandung kepada Pemprov Jabar untuk membuat flyover di perlintasan lainnya, Ridwan Kamil menjawab, “Mang Oded tinggal ngobrol lagi dengan Pak Koswara, perlintasan mana lagi yang harus dibangun supaya bisa memperlancar lalu lintas di Kota Bandung.”

Terhadap kemungkinan terjadinya dampak kemacetan lalu lintas selama pembangunan flyover, “Mohon masyarakat bersabar. Semua akan indah pada waktunya, “ kata Emil.

Apalagi, infrastruktur terkait erat dengan kemajuan ekonomi. Sebagaimana tergambar dalam pantun penutup Kang Emil, “Pagi-pagi makan nasi cikur, siangnya makan tahu bulat. Dungkunglah pembangunan infrastruktur agar ekonomi Jawa Barat Melesat. Jika infrastruktur maju, ekonomi juga akan maju luar biasa.”

Sementara Kepala DMBPR Jabar saat ditanya usai groundbreaking dan kegiatan Jabar Punya Informasi (Japri) mengatakan, flyover FO Jl. Jakarta – Jl. Supratman dibangun melintasi Jl. Ahmad Yani sepanjang 500 meter dan selebar 9 meter. Biayanya bakal menelan anggaran sebesar Rp 42 miliar.

Pembangunannya dibagi dua tahap. Untuk tahap satu dianggarkan Rp 8,3 miliar, dengan target pengerjaan 120 hari kerja sampai akhir tahun 2019. Sedangkan tahap kedua dianggarkan Rp 33,7 miliar pada 2020 dengan waktu pengerjaan 180 hari kerja,” ujar Koswara.

Adapun pembangunan flyover Jl. Laswi – Jl. Pelajar Pejuang yang melintasi Jl. Jenderal Gatot Subroto memerlukan biaya Rp 35,9 miliar. Pembangunan tahap satu diperkirakan menghabiskan Rp 4,2 miliar dan target waktu pengerjaannya kelar dalam 120 hari kerja. Lalu, tahap dua Rp 31,7 miliar dengan target pembangunan 180 hari kerja. Flyover Jl. Laswi – Jl. Pelajar Pejuang memiliki panjang total 520 meter dan lebar 9 meter .

“Kedua perlintasan tidak sebidang itu berfungsi mengurai kepadatan lalu lintas dan antrean kendaraan di masing-masing persimpangan jalan,” tandas Koswara.

Perihal bantuan Pemprov Jabar dalam membangun dua flyover di Kota Bandung, Wali Kota Oded M. Danial mengatakan sangat berbahagia, karena bila mengandalkan APBD Kota Bandung tidak akan mencukupi untuk membangun proyek besar semacam itu. “Terima kasih Pak Gubernur, yang sudah membantu pembangunan infrastruktur besar di Bandung. Tetapi, masih seueur keneh nu kedah di bangun,” kata Oded sambil tersenyum.

Setelah flyover di Jalur Lingkar Selatan Sukabumi dan Kota Bandung, pada tahun 2019 juga Pemprov Jabar akan membangun infrastruktur serupa di Kota Tasikmalaya. Menurut Koswara, khusus flyover di Kota Tasikmalaya saat ini tendernya tengah digelar dan  rencananya tahun ini juga dimulai pembangunannya.

“Anggaran pembangunan flyover di Tasikmalaya dibantu Pemprov Jabar. Pelaksanaan pembangunannya dilakukan Pemkot Tasikmalaya,” tutur Koswara. (wawan / DK)

Artikel Terkait

Upayakan Tanjakan Emen jadi Aman

dinamika

Peringatan Kemerdekaan Harus Dimaknai

dinamika

Prioritaskan Realisasi Perpres Bandung Raya

dinamika