Image default
Profil

Berikan Pelayanan Terbaik pada Masyarakat dan Pensiun dalam Kondisi Sehat

Aparatur Sipil Negara (ASN) masih menjadi mimpi bagi sebagian orang. Bahkan, meski sudah bekerja di sektor swasta yang dianggap “nyaman” sekalipun. Hal ini juga dirasakan Kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Wilayah Pelayanan Jalan dan Jembatan I Cianjur Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat (DBMPR Jabar), Cyrillus Yudha Tamtama.

BAGI Yudha, yang awalnya bekerja sebagai kontraktor dan konsultan teknik, menjadi ASN adalah “dream come true”. Berbekal pendidikan sarjana Teknik Sipil, Yudha diterima sebagai ASN di Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) pada tahun 1999. “Impian menjadi ASN DBMPR. Bahkan, kalau bisa sampai pensiun ingin tetap di DBMPR,” ungkap pria asli Jawa yang lahir di Bandar Lampung ini.

Sebelum diangkat sebagai ASN, Yudha sempat menjadi pegawai honorer selama lima bulan. Pada awal pengangkatannya, ia menjadi ASN Kemen PU yang ditempatkan di Jawa Barat. Tahun 2000, ia dipindahkan menjadi ASN DBMPR Jabar.

Pekerjaan pertama yang dikerjakan Yudha di DBMPR Jabar adalah proyek jembatan layang Pasupati hingga tahun 2006. Usai menangani proyek ini, Yudha menjadi Pengawas Lapangan pada proyek pembuatan Fly Over (FO) Nagreg dan Gebang di tahun 2007. Tahun selanjutnya, ia menjadi Kepala Pengawas Lapangan untuk Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada pembangunan jalan dan jembatan Metropolitan Bandung II.

Setelah itu, Yudha diangkat sebagai PPK oleh Menteri Pekerjaan Umum untuk sejumlah proyek. Antara lain, PPK Preservasi Wilayah I Satuan Kerja Metropolitan Bandung di tahun 2010. Kemudian, tahun 2011 sebagai PPK Cikampek – Purwakarta – Padalarang Satuan Kerja Metropolitan Bandung. Terakhir, PPK Padalarang – Cimahi – Bandung Satuan Kerja Metropolitan Bandung hingga tahun 2013.

“Tahun 2013 sampai 2016, saya kembali berkantor di DBMPR Jabar, dengan tugas sebagai Pelaksana Teknik Bidang Pembangunan,” ujar Yudha yang masih kelihatan bugar di usia menjelang 52 tahun.

Tiga tahun berkantor di DBMPR Jabar, Yudha kemudian mendapatkan tugas baru sebagai Kepala Seksi Pemeliharaan di Balai Pengelolaan Jalan (BPJ) Wilayah Pelayanan II Sukabumi pada tahun 2016. Pekerjaan ini sejatinya diemban Yudha hingga tahun 2020. Namun, medio 2019 Yudha diberi mandat untuk merangkap jabatan sebagai Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah Tugas Perbantuan. Baru, “Januari 2020, mendapatkan tugas sebagai Kepala UPTD I Cianjur,” katanya.

Kendati kerap berpindah-pindah tugas dari satu proyek ke proyek lain atau dari satu tempat ke tempat lain, Yudha menganggap semua pekerjaannya mengasyikkan. Pasalnya, semua tugas yang diembannya memiliki kesan dan tantangan yang berbeda-beda.

Menurut Yudha, semua pekerjaan yang ditekuninya memiliki teknik yang sama. Pembedanya hanya pada kemampuan team work serta kondisi lapangan secara geografis maupun sosial/masyarakat yang dihadapi. Masing-masing tempat harus dihadapi dengan pendekatan berlainan.

“Masyarakat Bandung mungkin berbeda dengan masyarakat Sukabumi atau Cianjur. Tapi, itulah tantangan. Pada kondisi apapun, kami harus memberikan pelayanan yang terbaik,” paparnya.

Sebagai Kepala UPTD, Yudha dibantu tim yang solid untuk mempermudah kelancaran pekerjaan mengingat cakupan wilayah kerjanya cukup luas. Menurutnya, tim siap terjun ke lapangan dalam kondisi apapun, siang atau malam, normal/aman maupun sewaktu ada bencana.

“Intinya, apapun yang mengganggu jalan, tim kami siap menyingkirkan atau memperbaikinya. Walaupun perbaikan itu bersifat sementara, tapi yang penting hambatan bisa segera diselesaikan, sehingga lalu lintas dapat lancar kembali,” tegas Yudha.

Tahun 2020, UPTD I Cianjur mendapatkan 19 paket pekerjaan. Diakui Yudha, hal ini menjadi kiprah pertamanya sebagai Kepala UPTD dalam mengelola dan memimpin tugas yang penuh tantangan.

“Saya tidak memilah-milah yang penting atau tidak penting. Semua merupakan prioritas yang harus dikerjakan dengan baik sesuai waktu yang ditetapkan, karena ini untuk kepentingan masyarakat,” jelasnya.

Menyangkut karier, bagi Yudha, kariernya sebagai ASN mengalir begitu saja. Pun demikian dengan tugasnya saat ini sebagai Kepala UPTD. “Dimanapun bertugas, saya siap. Tetapi yang paling penting, di ujung karier saya sebagai ASN, saya ingin pensiun dalam kondisi sehat, termasuk keluarga juga sehat,” harap pria yang hobi memelihara burung perkutut ini.

Yudha sendiri siap jika sebelum pensiun harus kembali berpindah tugas. Asalkan tetap “serumpun” dengan bidang yang selama ini digelutinya, yakni urusan ke-PU-an. “Mau ditempatkan di lapangan maupun di belakang meja, bagi saya, sama saja. Karena memiliki tanggung jawab yang sama. Memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya.  (DK)

Artikel Terkait

Tak Mau Mengabdi ke Lain Hati

dinamika

Aseng Supriatna ST. M.Si : Amankan Wilayah Penuh Tantangan

dinamika

Tugas Lama Rasa Baru

dinamika