Image default
Garda Peristiwa

Flyover Sukabumi Akan Percepat Distribusi

Untuk memudahkan akses perekonomian masyarakat di wilayah Sukabumi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat mempercepat pembangunan flyover Lingkar Luar Sukabumi. Ruas jalan ini berstatus jalan provinsi. Adapun, pembangunan flyover Lingkar Luar Sukabumi terbagi dalam empat segmen. Yakni, segmen satu, ruas jalan Cibolang – Pelabuhan sepanjang 6,9 Km. Selanjutnya, segmen dua menghubungkan ruang jalan Pelabuhan – Baros sejauh 2,2 Km. Untuk dua segmen ini pembangunan sudah terealisasi. Selanjutnya, segmen tiga menghubungkan ruas Baros – Sukaraja sepanjang 4,4 Km. Terakhir, segmen empat untuk ruas Sukaraja – RM. Nikmat sejauh 5,5 Km. Adapun total flyover Lingkar Luar Sukabumi sepanjang 19 Km.

“Pembangunan flyover ini untuk mempercepat akses perekonomian masyarakat dan distribusi logistik hasil pertambangan dari Sukabumi menuju Jakarta. Jadi, flyover ini untuk kenyamanan truk-truk pengangkut hasil tambang atau air mineral yang berproduksi di Sukabumi,” ujar Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil atau Emil saat meresmikan Groundbreaking segmen tiga pembangunan flyover Lingkar Luar Sukabumi, Rabu (21/8).

Selama ini, salah satu biang kemacetan lalu lintas di ruas jalan Lingkar Luar Sukabumi adalah perlintasan sebidang antara jalur kereta api dengan jalan kendaraan beroda. “Setelah ruas ini selesai, warga Sukabumi dapat memanfaatkan kelancaran lalu lintas, tak ada lagi perlintasan sebidang antara jalur kereta dengan kendaraan,” lanjut Emil dalam sambutannya.

Untuk pembangunan segmen tiga flyover Lingkar Luar Sukabumi ini, Pemprov menggelontorkan dana Rp 33 milyar. Adapun target pembangunan ini selesai dalam waktu 160 hari kerja atau sekitar bulan Januari 2020 mendatang. Dengan adanya flyover Lingkar Luar Sukabumi, akan ada perubahan jalur lalu lintas, terutama untuk kendaraan-kendaraan berat seperti truk pengangkut aneka hasil tambang atau barang lainnya dengan angkutan penumpang. Flyover ini akan dikhususkan bagi truk-truk barang bertonase tinggi, sehingga kenyamanan dan keamanan warga tetap terjaga.

“Jalan ini untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan warga di masa depan, karena truk-truk besar tidak melewati jalur penumpang atau jalur jalan yang lebih kecil,” tandas Emil.

Artikel Terkait

Rekomgub Revisi RTRW Kota Bekasi dan Kabupaten Sukabumi Beres

dinamika

COVID-19 Crisis Centre, Informasi Satu Pintu Virus Corona

dinamika

Peran Strategis KSP dan Pengawasan Struktural

dinamika