Image default
Bidang Laporan Utama

Kabar Masjid Al-Jabbar

Sejak groundbreaking, Jumat (29/12/2017), oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Periode 2013-2018, Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar, pembangunan Masjid Raya Provinsi Jawa Barat,  Al-Jabbar, terus dikebut agar rampung sesuai jadwal, yaitu 60% pada tahun 2018. Sisa pembangunan 40% akan diselesaikan tahun 2019, dengan kembali ditenderkan.

MASJID terapung ini rencananya akan berdiri di atas danau buatan (danau retensi)  Gedebage, Bandung. Bangunan masjid ini berbentuk persegi berukuran 99 x 99 meter. Diperkirakan bangunan masjid dapat menampung sekitar 60 ribu jamaah, yang terdiri atas 33 ribu di dalam masjid, dan sisanya di plaza masjid.

Selain sebagai tempat beribadah, masjid ini juga dilengkapi fasilitas dakwah seperti Museum Asmaul Husna, Museum Nabi Muhammad SAW, Musium Al Quran, Musium Kabah,  Sejarah Islam Indonesia, dan Sejarah Islam Jabar. Masjid juga bakal difungsikan untuk manasik, serta menyediakan tempat menginap untuk peserta pelatihan, pertemuan, seminar, dan perpustakaan.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, dalam kunjungan kali pertama meninjau perkembangan pembangunan Masjid Al-Jabbar, September 2018 lalu, mengatakan, selain fungsi estetis, danau kecil yang mengitari Masjid Raya Al-Jabbar juga mempunyai fungsi ekologis, yaitu sebagai pengendali banjir, sumber air minum, dan konservasi air. Jadi, di samping menjadi tambahan estetika di master plan masjid, tiga fungsi ekologis dan engineering itu akan menjadi solusi mengatasi masalah ekologi di lingkungan sekitar masjid.

Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, fasih berbicara perihal Masjid Al-Jabbar lantaran dirinya berperan bersama tim arsitek ITB mendesain masjid itu. Dalam kesempatan tersebut, dia menuturkan, pembangunan Masjid Al-Jabbar diperkirakan kelar paling cepat akhir tahun 2020. Sebelumnya, Masjid Al Jabbar ditargetkan selesai akhir tahun 2019.

“Saya tidak mau  terburu-buru menyelesaikan pembangunan Masjid Al Jabbar, karena ingin memberikan karya luar biasa yang bisa merepresentasikan Jawa Barat sebagai provinsi berpenduduk muslim terbesar di Indonesia,” jelas Emil di hadapan wartawan.

Saat ini, pembangunan Masjid Al Jabbar memasuki tahap pemasangan kaca berwarna-warni berbarengan dengan pemasangan kanopi. Emil mengakui, proses penyelesaiannya masih panjang. Pasalnya, setelah rampung proses arsitektur, masih ada tahap penataan interior, kemudian di bawahnya dibereskan museum dan lain-lain. Oleh karena itu, target pembangunannya paling cepat baru bisa selesai akhir 2020.

Sekarang juga tengah dibuat rencana terkait jalan menuju Masjid Al-Jabbar. Emil menjelaskan, nanti akan ada banyak akses jalan. Misalnya, PT KAI diminta membuat stasiun di dekat masjid.

“Jalur LRT dan kereta api cepat Bandung – Jakarta yang diperkirakan selesai pada 2022 pun akan melewati masjid ini, sehingga bisa dimintakan dibuat stasiun di sini. Jadi, masyarakat tinggal jalan dari stasiun ke Masjid Al-Jabbar untuk melakukan ibadah di sini dengan nyaman,” katanya. (Wawan / DK)

Artikel Terkait

“Jabar Juara, Bekerja untuk Indonesia”

dinamika

Cipamingkis Tuntas Lancar Lalu Lintas

dinamika

Upaya Mengubah “Tempat Sampah Raksasa”

dinamika