Image default
Peristiwa

Kejar Aset, Sampai Ku Dapat

Sejak ditetapkan dan dilantik menjadi Kepala Dinas  Binamarga dan Penataan Ruang (DBMPR), A. Koswara MP,  salah satu program kerja nya adalah mengamankan Aset DBMPR yang terserak di seluruh Jawa Barat.

Segala bukti tertulis resmi,  maupun hanya catatan kecil sampai saksi hidup menjadi modal awal untuk menelusuri keberadaan dan kondisi aset tersebut.

Untuk lebih fokus,  dibentuk Tim Pengamanan Aset,  yang anggotanya baik dari Kantor DBMPR dan UPTD I -VI.

Senin,  (15/6) dalam rapat yang dipimpin Kepala dan Sekretaris DBMPR dan dihadiri seluruh eselon dan jajarannya.    UPTD I dan II melaporkan hasil investigasinya dan ditemukan ada beberapa aset yang sudah berpindah kepemilikan secara tidak syah dan beberapa persoalan lainnya.  Dalam kesempatan tersebut UPTD I dan UPTD II melaporkan ada 14 dan 19 teridentifikasi di wilayah kerjanya.

Atas laporan tersebut, Kadis meminta ada tindak lanjutnya,  tetapi harus disiapkan data pendukung nya baik teknis dan administrasi.

“Program Penataan Aset harus jadi program yang terukur,” tegas Kadis.

Untuk itu Kadis meminta,  setiap UPTD membuat, 1. Analisa Prioritas, mana yang didahulukan.  2. Setipa UPTD embuat Road Map,  3. Membuat anggaran/biaya yang terukur, berapa BPN,  mengadakan rapat desa, RW dll,  4. Melakukan pengukuran aset.  ” Semua aset baik yang kecil apalagi yang besar diukur dan harus ada catatanya,” ungkap Kadis.

Tahun 2021 Skala Prioritas Program Penataan Aset harus sudah terealisasi.

Aset Aman,  Kerja Nyaman

Artikel Terkait

Rapim DBMPR

dinamika

Kepala DBMPR Jabar Kunjungi Masjid Al-Jabbar

dinamika

UU Cipta Kerja : Pangkas Birokrasi untuk Tingkatkan Investasi

dinamika