Image default
Peristiwa

Lampu Hijau dari Kemenko Marves, untuk Pembiayaan Jts

Rencana pembangunan Jalan rute  Jalur Tengah Selatan ( JTS) yang sudah direncanakan lama akhirnya mendapatkan sedikit titik  terang mengenai anggaran untuk merealisasikan pembanginan JTS ini setelah diusulkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat ke Kementrian Koordinasi Maritim dan Investasi sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Ada beberapa keuntungan baik dari sektor ekonomi, sosial termasuk pariwisata.

Rapat pembahasan antara Tim dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yaitu Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda),  Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR), dan BUMD, berlangsung , Jum’at (16/10) di ruang rapat Bappeda.

Diawali paparan Kepala Dinas BMPR, A.Koswara MP.  tentang  JTS  antara lain jalan yang dibangun panjangnya 321,26 km dibagi dalam 2 segmen,yaitu segmen barat 110,06km dan segmen timur 211,20 km dimana anggaran  yang diperlukan diperkirakan Rp.2,67 T lebih sudah termasuk anggaran untuk pembebasan lahan/tanah.

Setelah  berdiskusi dan dialog, Deputi investasi Kemenko Marves, Septian Hario Seto, memberikan gambaran opsi kemungkinan anggaran :

  1. PSN melalui skema cost sharing, gabungan pemerintah pusat dan provinsi untuk anggaran pembebasan lahan. Atau melalui anggaran Hbah Infrastruktur.
  2. DAK fisik.

Sebagai langkah  awal pemprov Jawa Barat diminta menyiapkan proposal untuk pembangunan JTS. Bersamaan dengan itu tim dari Kemenko Marves dibantu tim dari Pemprov Jawa Barat, untuk melakukan kajian legal aspek, sehingga target  tahun 2024 bisa selesai. Hasil dari kajian legal aspek akan dipresentasikan dalam pertemuan 2 minggu lagi dalam  pertemuan kedua.

Artikel Terkait

Perbaikan Jonggol Dimulai, Roda Empat Tak Bisa Lewat

dinamika

FGD Pergub Juklak Perda KBU

dinamika

Kota Maritim Patimban Siap Dipresentasikan

dinamika