Image default
Profil

Menjaga Amanah Menaklukkan Tantangan

Dari lapangan ke lapangan. Demikian perjalanan pekerjaan Indra Maha. Mengawali karier tahun 1996 sebagai pegawai harian Departemen Pekerjaan Umum, Indra Maha ditugaskan di bagian lapangan di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Terbiasa menggeluti berbagai proyek, maka dia tidak kaget ketika mendapatkan tugas sebagai Kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) I Cianjur sejak Juli 2019 yang pekerjaannya lebih banyak di lapangan.

”INI adalah amanah. Saya harus bisa menjaga dan menjalankannya dengan baik,” ujar alumnus S1 Teknik Sipil Universitas Trisakti Jakarta itu. Tugas ini pun, bagi Indra Maha, merupakan suatu tantangan, karena dia diberi tanggung jawab luas memimpin satu wilayah untuk memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat melalui pengelolaan jalan yang baik dan nyaman.

“Pada dasarnya, tugas di manapun sebagai aparatur sipil negara (ASN) adalah memberikan pelayanan terbaik. Ketika bertugas di kantor Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat (DBMPR Jabar) sebagai Kepala Seksi, saya pun sama berusaha memberikan pelayanan terbaik,” jelas Indra Maha, yang mulai bertugas di Jawa Barat tahun 2000.

Hanya dalam hitungan bulan berkantor di Kantor Pusat DBMPR Jabar,dia langsung ditugaskan di beberapa proyek lapangan di Bogor dan Purwakarta. Hal itu berlangsung sampai tahun 2002. “Dari tahun 2002 sampai 2004, saya mendapat tugas belajar S2 di Institut Teknologi Bandung (ITB). Mengambil jurusan Sistem dan Teknik Jalan Raya (STJR),” jelas Indra.

Lepas tugas belajar tahun 2004, dia kembali bertugas di proyek APBN di seputaran Metro Bandung sampai tahun 2012. Disela menjalankan tugas itu, pada tahun 2010 Indra mendapatkan izin belajar S3 di ITB. Kali ini mengambil jurusan Transportasi.

“Tahun 2014-2016, saya dialihtugaskan ke BPJ (UPTD) V Tasikmalaya. S3 saya selesai ketika bertugas di sini,” ungkap Indra.

Tahun 2016, Indra kembali ke DBMPR Jabar sebagai Kepala Seksi Regulasi dan Kerja sama. Kemudian Juli 2019, mendapat amanah sebagai Kepala UPTD I Cianjur.

“Pada dasarnya, tugas di UPTD sebelumnya dengan yang sekarang di Cianjur sama. Menjaga dan memelihara agar kondisi jalan tetap baik. Hanya yang membedakan karakteristik kewilayahan dan tingkat mobilitas antara wilayah kerja UPTD V Tasikmalaya dan UPTD I Cianjur,” jelas Indra .

Di wilayah kerja UPTD I Cianjur, mobilitas kendaraan lebih tinggi dan banyak yang overload, lantaran banyak kawasan industri dan berbatasan dengan ibukota Jakarta. Misalnya, “Di jalan provinsi, beban rencana kendaraan adalah 8,2 ton. Tapi kenyataannya, masih sering dan banyak terjadi pelanggaran. Sementara, kami tidak mempunyai wewenang untuk menindak,” jelas Indra yang setiap hari Sabtu menjadi dosen S1 dan Program Magister di almamaternya, Universitas Trisakti.

Guna mengatasi hal itu, sesuai semangat Gubernur menuju Jabar Juara dengan koordinasi dan kolaborasi, maka dijalinlah kerja sama dengan Dinas Perhubungan Jabar dan Kepolisian yang mempunyai kewenangan menindak kendaraan yang tidak sesuai aturan dalam tonase atau kelebihan muatan.

Sementara untuk membuat jalan baik dan mantap di luar rutinitas pemeliharaan jalan, saat ini UPTD I Cianjur mempunyai 16 paket pekerjaan kontrak yang meliputi peningkatan dan rehabilitasi. Tidak ada sasaran khusus, karena semua ditujukan demi memudahkan mobilitas distribusi barang dan orang.

“Ada satu jalan menuju potensi wisata hutan di Cikadu, meskipun jalan baru dilapis (overlay) supaya mulus, ternyata sudah menarik masyarakat untuk selfie. Itu membuat kami senang,” ungkap Indra.

Untuk menyelesaikan paket bernilai Rp 47miliar di tengah waktu yang terbatas, Indra tetap optimis pekerjaan bisa diselesaikan tepat waktu dan sesuai kontrak. “Intinya, semua harus pihak harus bekerja sama. PPK, PPTK, kontraktor (penyedia jasa), dan pengawas mesti saling berkomunikasi, sehingga bila ada masalah bisa cepat ada solusinya dan cepat diselesaikan,” ungkap Indra.

Selain itu, “Kami sangat senang bila ada masukan dan pengawasan dari luar terhadap pekerjaan kami, seperti audit internal maupun organisasi kemasyarakatan. Kontrol dan masukan itu selalu kami tanggapi positif, karena mungkin saja ada yang luput dari pengawasan akibat keterbatasan kami,” ungkap Indra.

Dia juga senantiasa bersikap transparan terhadap apa pun yang sedang dikerjakan. Di samping terbuka di lokasi proyek, Indra dan jajarannya di UPTD I Cianjur pun menyampaikan berbagai informasi melalu aplikasi Webgis Teman Jabar, IG Humas UPTD 1 Cianjur, dan media konvensional, serta e-procurement.

“Kami siap menerima masyarakat yang ingin menyampaikan keluhan atau melaporkan temuan pekerjaan yang tidak sesuai maupun menyampaikan informasi lainnya. Bila laporannya benar terbukti, kami siap memperbaiki dan mengoreksinya,” kata Indra Maha, kembali menandaskan di ujung perbincangan. (wawan / DK)

Artikel Terkait

Ari Haidriansyah: Pengalaman Mudahkan Pekerjaan

dinamika

Siap Jawab Tantangan di Awal Jabatan

dinamika

Tugas Lama Rasa Baru

dinamika