Image default
Banner

Cadas Pangeran (4) : Mitos di Cadas Pangeran

Dari Ular Besar Sampai Arwah Perempuan

Dibangun dengan menelan ribuan nyawa pekerja
Cadas Pangeran menjadi jalan angker dan berbahaya
Mulai sosok-sosok mistis yang bisa muncul tiba-tiba 
Sampai tikungan tajam yang mengintai abai pengendara 

 

MULAI dibangun tahun 1809 pada masa penjajah Belanda menancapkan kuku kolonialismenya di bumi Nusantara, ketenaran Jalan Cadas Pangeran yang berada tujuh kilo meter di barat daya Kota Sumedang, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat meluas hingga ke daerah lain di luar Kota Tahu itu. Pasalnya, jalan raya nasional yang menghubungkan poros Bandung – Sumedang – Majalengka – Cirebon itu terkenal sebagai jalan berbahaya dan ….. angker.

Jalan Cadas Pangeran sepanjang tiga kilo meter dipandang berbahaya lantaran memiliki tikungan berkelok tajam, juga sejumlah tanjakan dan turunan curam. Salah satu sisinya berhadapan dengan jurang menganga yang di bawahnya terhampar hutan lumayan lebat. Sementara di sisi lainnya berdiri tinggi tebing cadas yang ditumbuhi pepohonan rapat. Belum lagi ketika malam tiba, jalan tersebut terbilang sepi, karena tidak ada permukiman warga di sisi jalannya. Tercatat, banyak kecelakaan terjadi di ruas jalan ini. Alhasil, para pengendara mesti ekstra hati-hati kala melewatinya.

Ihwal keangkeran Jalan Cadas Pangeran barangkali bisa dilacak sejak awal pembangunannya yang sulit dan menelan banyak korban jiwa. Arkian, lima ribuan pekerja kehilangan nyawa akibat bekerja rodi mengikis perbukitan berlereng curam nan terjal serta memangkas material batu cadas nan keras hanya dengan peralatan dan kemampuan serba terbatas, perbekalan tidak sepadan, terjatuh dari atas tebing, dijangkiti penyakit, hingga dimangsa binatang buas di tengah hutan belantara.

“Jalan Cadas Pangeran dibangun dari darah para pribumi yang dipaksa bekerja rodi di bawah perintah penjajah kolonial Belanda,” kata budayawan Sumedang, Raden Moch. Achmad Wiriaatmadja yang akrab disapa Aom Achmad, dalam tribunnews.com, “Oleh karena itu, di sekitar Cadas Pangeran banyak pemakaman tanpa nama. Itulah pemakaman korban yang tewas saat membuat jalan ini.”

Baca juga artikel sebelumnya:
1. Cadas Pangeran (1) : Jejak Penindasan, Pengorbanan, dan Keberanian
2. Cadas Pangeran (2): Adakah Pertemuan Pangeran Kornel – Daendels di Jalan Cadas Pangeran?
3. Cadas Pangeran (3) : Pangeran Kornel: “Kolonel” Penentang Gubernur Jenderal

Di area sekitar Cadas Pangeran terdapat beberapa makam dengan batu nisan tanpa nama. Makam-makam tersebut diyakini warga setempat merupakan tempat peristirahatan terakhir para pekerja paksa atau rodi pada masa Gubernur Jenderal Hindia Belanda Herman Willem Daendels memerintahkan pembangunan jalan raya pos Anyer-Panarukan tahun 1808. Sebagian kecil di antara ruas jalannya melewati kawasan Cadas Pangeran.

Bukan hanya makam para pekerja paksa, masih di sekitar kawasan Cadas Pangeran terdapat batu yang juga diyakini masyarakat setempat sebagai petilasan Pangeran Kornel atau Pangeran Kusumadinata IX, Bupati Sumedang yang menentang kesewenang-wenangan Daendels terhadap masyarakat Sumedang yang menjadi pekerja paksa pada pembuatan Jalan Cadas Pangeran.

Sejarah kelam pembuatannya pada zaman penjajahan Belanda memperkuat julukan seram pada Jalan Cadas Pangeran. Kendati sekarang telah berkurang, banyak mitos dan cerita mistis yang dituturkan dari mulut ke mulut penduduk sekitar Jalan Cadas Pangeran.

Dikutip dari bacaterus.com, seorang kuncen atau juru kunci Jalan Cadas Pangeran menyebutkan, jalan raya yang banyak dilalui kendaraan besar maupun kecil tersebut bisa tetap berdiri kokoh di lereng pegunungan berkat adanya senjata trisula yang digunakan sebagai penyangga. Trisula itu “disusupi” tiga siluman ular, kera, dan harimau. Konon katanya, bila ada orang yang angkuh, sombong, dan tak mempercayai keberadaan mereka, maka dia akan didatangi langsung mahluk tak kasat mata itu.

Di salah satu bagian Jalan Cadas Pangeran ada pula sebuah pipa bambu yang mengalirkan air bersih. Nah kabarnya, air yang mengalir dari gunung itu bukan air biasa, melainkan air yang dikeramatkan dan diyakini berkhasiat menyembuhkan penyakit. Menurut penuturan warga setempat, air itu memiliki wangi yang berbeda dari air kebanyakan.

Warga setempat juga menyebutkan, di lokasi sekitar tempat air tersebut kerapkali muncul ular raksasa. Kabarnya ada seorang sopir yang mengalami kecelakaan lantaran mencoba menghindari sang ular yang badannya membentang menghalangi jalan raya. Mitosnya, ular besar yang diduga berjenis piton atau boa tersebut hidup di dasar jurang di samping Jalan Cadas Pangeran. Sang ular disebutkan memakan mayat sisa korban kecelakaan atau pembunuhan. Dan, pada zaman dahulu memakan mayat korban kerja paksa pembuatan jalan.

Dulu, ketika kendaraan yang melewati Cadas Pangeran belum seramai sekarang, ada mitos bahwa pengendara dan warga yang melewati jalan raya tersebut harus menyalakan dan melempar rokok atau koin ke jurang di pinggir jalan. Ini semacam exit permit atau izin untuk melintas agar tak diganggu mahluk astral penghuni Jalan Cadas Pangeran. Tentu saja, bacaan doa penolak bala dan marabahaya tak putus dirapalkan saat akan melintas.

Menurut cerita masyarakat setempat, arwah para pekerja paksa dan korban pembunuhan yang mayatnya dibuang di sekitar Cadas Pangeran serta mahluk halus lain penunggu jalan itu acap bergentayangan mengganggu para pengguna jalan. Seorang sopir angkot bercerita, ada sosok hitam menempel di kaca belakang mobilnya ketika dia nekat pada malam hari melewati Jalan Cadas Pangeran bagian atas yang dibangun di bawah perintah Daendels.

Satu cerita yang terkenal di kalangan masyarakat Cadas Pangeran ialah ketika seorang pengendara motor melintasi Jalan Cadas Pangeran saat hari telah malam. Tiba-tiba motornya mogok di tengah jalan yang sepi dan gelap. Saat berusaha memperbaiki motornya di tepi jalan, pengendara motor itu melihat sesosok bayangan berwarna hitam dengan bulu-bulu seperti tikus di sekujur tubuhnya. Ketika sang pengendara tengah berusaha menegaskan pandangannya, bayangan itu mendadak kian membesar dan meninggi, sehingga dia harus mendongakkan kepalanya untuk melihat bayangan tersebut. Terkejut dengan apa yang dilihatnya, si pengendara motor langsung terbirit-birit mengemasi barang-barangnya. Kabur dari sana seketika itu juga.

Cerita mistis lain yang beredar menyebutkan, Jalan Cadas Pangeran memiliki tikungan angker. Sering terjadi kecelakaan di tikungan itu. Salah satunya adalah kecelakaan yang menimpa mobil berisi sekelompok perempuan yang hendak berwisata ke Sumedang. Ketika sampai di tikungan tersebut, rem mobil yang mereka tumpangi ternyata blong. Mobil masuk jurang. Sebagian besar penumpangnya tewas di lokasi kejadian.

Setelah kecelakaan, warga sekitar sering melihat penampakan perempuan-perempuan yang menjadi korban kecelakaan tersebut. Tidak hanya itu, selanjutnya banyak kejadian aneh yang terjadi di tikungan tadi. Banyak kendaraan yang mendadak mati ketika melintasi tikungan tersebut hingga beberapa pengemudi mobil melihat sekelompok perempuan di kursi belakang mobilnya yang tiba-tiba mucul dan menghilang begitu saja.

Lain waktu, ada cerita seorang ibu hamil yang sedang dibonceng motor diikuti kepala yang melayang di belakangnya. Atau, pengendara yang melihat sosok yang tiba-tiba menyeberang jalan, namun menghilang ketika sampai di seberang. Ada juga yang pernah melihat bayangan-bayangan berterbangan dari satu pohon ke pohon lain di hutan Cadas Pangeran.

Warga setempat dan pengendara pun sering dikagetkan dengan kemunculan tiba-tiba “seorang perempuan” saat tengah malam, yang mencegat pengendara dengan melambai-lambaikan tangan. Seorang tukang ojek yang telah puluhan tahun mencari nafkah di kawasan Cadas Pangeran sempat dicegat perempuan itu.

Si perempuan meminta tukang ojek untuk mengantarkan dirinya. Namun, saat sang tukang ojek menanyakan kemana ia harus mengantar, perempuan berambut panjang dan berbaju putih itu diam seribu bahasa. Di tengah perjalanan, tukang ojek merasakan bobot motornya menjadi ringan. Melirik ke jok belakang, ternyata perempuan yang digambarkan berwajah cantik tadi sudah tak lagi duduk di motor si tukang ojek. Raib entah ke mana.

Semua mitos dan mistis serta misteri di seputaran kawasan Jalan Cadas Pangeran pada akhirnya dikembalikan kepada kepercayaan masing-masing. Yang paling penting, saat melewati kawasan Jalan Cadas Pangeran yang sering menjadi lokasi kecelakaan lalu lintas, kewaspadaan pengendara mesti ditingkatkan berlipat kali sembari tak henti memohon perlindungan dan keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. (asura / DK)

Baca juga artikel sebelumnya:
1. Cadas Pangeran (1) : Jejak Penindasan, Pengorbanan, dan Keberanian
2. Cadas Pangeran (2): Adakah Pertemuan Pangeran Kornel – Daendels di Jalan Cadas Pangeran?
3. Cadas Pangeran (3) : Pangeran Kornel: “Kolonel” Penentang Gubernur Jenderal

Artikel Terkait

Jalan Culik yang Kini Jadi Ikonik

dinamika

Cadas Pangeran (3)

dinamika

dinamika