Image default
Laporan Utama

“Noah’s Park”  Rekomendasi untuk Agrowisata, Proyek Dihentikan Sampai Izin Beres

Sehubungan dengan pemberitaan media masa khususnya media on line  , bahwa  di Kawasan Bandung Utara (KBU)  tepatnya di daerah Sesar Lembang Kabupaten Bandung Barat. sedang dibangun sarana rekreasi Waterboom, dimana lahan sudah mulai digarap meskipun disinyalir belum mengantongi izin.

Berdasarkan informasi tersebut Dinas Binamarga dan Penataan Ruang (DBMPR) Provinsi Jawa Barat menurunkan tim dari Bidang penataan Ruang melakukan pengecekan  langsung ke lapangan.  ke lokasi yang direncanakan menjadi arena rekreasi “Noah’s Park” juga  sekaligus melakukan pengecekan perizinan kepada pemilik/penanggungjawab pembangunan arena rekreasi tersebut.

Hasilnya rencana pembangunan “Noah’s Park”  di Kampung Sukatinggal Desa Pagerwangi Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat.   telah memiliki Rekomendasi Gubernur Pemanfaatan Ruang Kawasan Bandung Utara (KBU) No. 640/102/17.2.02.0/ DPMPTSP Tanggal 3 Februari 2018 dengan informasi sebagai berikut : Luas Dimohon

± 65.023 m2; Peruntukan  Pembangunan Agrowisata, KDB yang disyaratkan dalam rekomendasi adalah maksimal 20% / luas bangunan max. 11.661,08 m2 dan  Termasuk pada Zona L1 dan L2.

“Zona L1 adalah  Zona L1 dilarang mendirikan bangunan , sementara Koefisien Dasar Bangunan (KDB) di Zona L2 menjadi maksimal 20 % untuk luas tapak bangunan. Peletakan bangunan harus pada lahan dengan kelerengan < 30 %,” ujar Kepala Dinas Binamarga dan Penataan Ruang (DBMPR) Provinsi Jawa Barat, A. Koswara MP didampingi Kepala Bidang Penataan Ruang, Bobby Subroto kepada jurnalis media cetak, elektronik dan Online,  dalam acara “Pers Conference”, Selasa (25/2) di Ruang Bima Utama , Kantor DBMPR Jl.Asia Afrika Bandung.

Dari hasil  Klarifikasi Perizinan dan Informasi Rencana Pembangunan dengan Pihak Pengembang  dan Informasi dari Pemerintah KBB didapatkan bahwa perizinan yang sudah dimiliki adalah Izin Tetangga, Keterangan  Rencana Ruang dari KBB, Rekomendasi KBU untuk Agrowisata, Izin Lokasi DPMPTSP KBB, Piel Banjir (untuk Agrowisata) dari PUPR KBB, Pertimbangan Teknis Petanahan BPN KBB,  Perizinan OSS (NIB, Izin Lokasi

“Untuk perijinan lainnya, seperti  Izin Lingkungan dan UKL/UPL dari KBB, Izin Jalan Masuk dari KBB, Pengesahan Siteplan dari KBB Izin Mendirikan Bangunan dari

KBB, Sertifikat Laik Fungsi dari KBB dan Izin Usaha Pariwisata masih dalam proses,” tambah Koswara.

Pembangunan area rekreasi yang direncankan  adalah  1. Wahana bermain anak dan kuliner, 2. Student Camp 3. Outbound 4. Ekowisata dan Agrowisata (Wisata Edukasi), 5. Glamping, 6. Permainan, Seluncuran (Seluas 600-800 m2).

“Jadi tidak ada  rencana membangun Waterboom, dan rekomendasi Gubernur  untuk tujuan Agro wisata,” jelas Koswara,

Saat dilakukan pengecekan kondisi sapangan  Belum terdapat kegiatan pembangunan bangunan , kondisi saat ini yang lagi dikontruksi, pengupasan jalan dan lahan sekitar 4 sampai 5 ribu meter persegi. Ini masih di bawah 10 persen yang diperkenankan itu juga jalan, bukan bangunan.

Dari hasil peninjauan ke lapangan dan klarifikasi ,  maka menurut Kadis dikeluarkan rekomendasi tidak melakukan pembangunan sebelum proses perizinan selesai. “Pengembang  lebih fokus pada  penataan  untuk pengamanan lereng dan penghijauan dan  Penanaman pohon pada RTHA,” jelas Kadis

Selain itu Kadis meminta  pengembang melakukan kajian aspek mitigasi bencana (aspek kebencanaan  terkait sesar lembang dan kestabilan lereng). “Dalam rangka mitigasi bencana  hanya menerapkan bangunan yang sifatnya ringan/ non-permanen dan semi permanen, seperti  bangunan tenda, bangunan semi permanen dengan atap ringan,”Ujar Kadis.

Dalam kesempatan pers Conference pihak pengembang yang diwakili penanggung jawab proyek pembangunan wahana wisata, Haryanto, menegaskan  tidak ada pembangunan  Waterboom hanya kolam renang biasa, membuat wahana camping ground untuk pelajar. belajar bertani ,”ungkapnya.

Mengenai izin lingkungan (masyarakat),  Ketua RW.02 Desa Pagerwangi, menyatakan bahwa ketika diwawancara wartawan mengenai pembangunan arena rekreasisaya katakan  belum meminta izin kepadanya. “Setelah saya lihat ternyata sudah ada izin dari ketua RW.02 dan juga RW.03 yang terdahulu, karena saya belum lama menjabat Ketua RW,” ujarnya.

Hal hampir senada diungkapkan Kepala Desa Pagerwangi yang baru beberapa bulan menjadi Kades  “Ada kesalahan jawaban yang ditanya wartawan berbeda lokasi dengan yang saya jawab. Jadi jawaban saya yang belum ada ijin untuk lokasi lain,” jelasnya.

Dalam Pers Conference  selain Pengembang, hadir juga perwakilan dari Satgas Citarum Harum, perwakilan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, dan Perwakilan Masyarakat.

Artikel Terkait

Mengapa Peringatan HUT Jabar Tanggal 19 Agustus

dinamika

5 Program Strategis DBMPR Jabar

dinamika

Perbaiki Bawah Jembatan Cipamingkis Agar Tak Terkikis

dinamika