Image default
Profil

Nyatanya Mimpi dan Doa

Asep Supriatna – Sekretaris DBMPR Jabar

Ketika masih duduk di bangku SMA, Asep Supriatna sering melewati Kantor PU atau Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat (DBMPR Jabar) sekarang. Lantaran kakeknya saat itu bertugas di sana, Asep pun menguntai mimpi kelak bisa bekerja di Kantor PU tersebut. Segendang sepenarian, sang ibu sangat mendukung impian Asep.

“Saya bercita-cita ingin bekerja di Kantor PU seperti kakek saya. Ibu sangat mendukung dengan dorongan doa-doanya,” ujar Asep Supriatna, yang didapuk menggantikan Satrio sebagai Sekretaris DBMPR Jabar.

Maka setamat SMA, Asep mengambil kuliah di jurusan Teknik Sipil. Tetapi ketika gelar S1 Teknik Sipil didapat, alih-alih melamar jadi aparatur sipil Negara (ASN), dirinya malah memilih bekerja di sebuah perusahaan kontraktor di Jakarta. Gajinya cukup menggiurkan. Apalagi ketika Asep menduduki posisi Site Manager. ”Pokoknya gajinya lumayan,” ungkap Asep ihwal penghasilannya saat itu.

Ketika posisi kerja sudah nyaman, Asep mengetahui ada kesempatan lowongan kerja menjadi ASN di Dirjen Bina Marga (PUPR sekarang). Setelah melalui serangkaian proses seleksi, Asep pun diterima. “Saya menghadapi kondisi dilematis. Meneruskan bekerja di swasta dengan gaji yang lumayan, atau jadi ASN dengan penghasilan pas-pasan,” ujar Asep.

Setelah beberapa kali minta cuti dari perusahaan konsultan tempatnya bekerja, Asep mengambil langkah tegas. Dia keluar dari konsultan swasta dan memilih berkarier sebagai ASN. Ini sesuai impian dan doa ibunya.

“Ibu sangat setuju saya memilih menjadi ASN, karena masa depannya punya pensiun,” ungkap Asep menirukan pendapat ibunya.

Tahun 1992, Asep Supriatna menapaki awal perjalanan sebagai ASN di Kementerian Cipta Karya. Dia ditempatkan di Lampung untuk mengawasi IPJK , hanya bertahan 1 tahun sampai 1993 kemudian dia meneruskan  belajar S2 di ITB dan Australia sampai tahun 1994 mengambil jurusan transportasi.

Selesai S2, barulah Asep ditugaskan di tempat yang selama itu menjadi impiannya dan acap disampaikan dalam setiap doa ibunya, yaitu Kantor DBMPR Jabar di Jl. Asia Afrika Bandung. “Tugas saya di sini berpindah-pindah. Jadi, pengalaman saya di berbagai bidang,” ucapnya, seraya menyebutkan beberapa tempat tugasnya Kasie  Jembatan, Kasie jalan, urusan Kasubdin program sampai  Kepala BPJ I (UPTD I) Cianjur.

Tahun 2000-an, Asep mendapatkan tugas baru di kantor Pemerintahan Provinsi Jabar, dengan tugas di BKPP, kemudian BKPMD (2009) dan BPMPTSP (2015) kemudian beralih tugas ke Dinas Permukiman dan Perumahan (Diskimrum) atau sekarang Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim). Jabatan terakhirnya Sekretaris Dinas Perkim. Lalu, terakhir ditempatkan  di Dinas BMPR.

Sebagai Sekretaris DBMPR Jabar, tugas inti Asep mengatur masalah administrasi kesekretariatan, membuat program, serta mengatur semua urusan protokoler dan kehumasan di lingkungan internal dan eksternal dinas. “Sebagai Sekretaris, sudah pasti saya menjadi wakil atau pengganti Kepala Dinas jika berhalangan,” ujarnya.

Kendati penghasilan sebagai ASN sangat jauh menurun jika dibandingkan dengan kala masih menjadi pegawai kontraktor, Asep tak menyesalinya. Dia merasa nyaman dan memiliki kepuasan tersendiri setelah puluhan tahun bertugas sebagai ASN. Utamanya, Asep bisa memenuhi keinginan dan harapan ibunya.

Alhamdulillah, sampai sejauh ini saya bahagia dengan tugas dan karier sebagai ASN dan tanpa diduga Alhamdulillah masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan S3 di Unpad. Saya siap bila pimpinan memberikan tugas di tempat baru sebelum saya memasuki masa purna bakti. Sebagai ASN, saya memang harus siap ditempatkan di mana saja,” pungkas Asep di ujung perbincangan. (wawan/ DK)

Artikel Terkait

Pengalaman Lapangan Rampungkan Masalah Lapangan

dinamika

Tugas Lama Rasa Baru

dinamika

Agus Hendrarto : Bekerja Harus memberi Manfaat

dinamika