Image default
Garda

Optimis dan Realistis di Masa Pandemi

Wabah Corona Virus Disease-2019 (Covid-19) yang mengharuskan semua orang menjaga jarak turut berdampak pada sistem kerja Aparatur Sipil Negara (ASN). Surat edaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengatur penyesuaian sistem kerja bagi ASN, yang intinya melakukan sistem Flexible Working Arrangement (FWA) atau lebih dikenal dengan Work From Home.

Hal serupa dilakukan d lingkungan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) IV Sumedang – Garut  Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat (DBMPR Jabar). “Meski demikian, pelayanan kepada pengguna jalan melalui kegiatan pemeliharaan rutin tetap dilakukan, dengan memperhatikan protokol kesehatan Covid 19, seperti memakai masker dan menjaga jarak. Pemeliharaan jalan penting, karena menyangkut keamanan pengguna jalan serta kelancaran arus barang dan jasa,” ujar Kepala UPTD IV Sumedang – Garut, Adnan Guntara.

Untuk ASN di kantor UPTD, diatur tugas piket agar operasional kantor dapat berjalan secara optimal. “Untuk komunikasi tugas, kami menggunakan aplikasi yang mendukung pertemuan secara virtual, seperti Zoom Meeting yang juga digunakan di tingkat rapat-rapat dinas,” ungkap Adnan.

Untuk kegiatan lainnya, saat ini paket-paket pekerjaan di UPTD IV masih dalam proses tender dan memungkinkan mengalami penundaan bahkan sampai pembatalan. “Namun ada beberapa paket yang berhubungan dengan bencana alam, masih kami usahakan terus agar paketnya dapat tetap dikerjakan pada tahun ini. Hal ini sangat tergantung pada kemampuan keuangan Pemprov Jabar,” jelasnya.

Sementara untuk kegiatan strategis, seperti program standardisasi lebar jalan dan program penanganan jalan yang masih berupa lapis penetrasi masih harus tertunda. Meski secara khusus di UPTD IV belum ada kepastian paket yang akan dikerjakan pada tahun 2020 ini, namun secara umum ada beberapa potensi kendala. Salah satunya ketidakpastian pembayaran di tahun 2020 yang sangat memungkinkan pembayaran tidak sepenuhnya dilakukan pada tahun ini.

“Jika ini terjadi, maka perlu disiapkan aturan-aturan yang mengatur mengenai kondisi yang akan terjadi bila pembayaran tidak dibayarkan tahun ini,” jelas Adnan, seraya menambahkan, hasil serupa juga terjadi di tingkat nasional.

Meskipun pandemi belum mereda dan dapat terjadi sampai akhir 2021, tetapi menurut Adnan, kehidupan harus terus berjalan dan tetap menjaga optimisme. Tentunya dengan menjaga protokol kesehatan, seperti memakai masker dan social distancing.

“Saya berharap, kegiatan ekonomi dapat berangsur-angsur pulih, sehingga keuangan pemerintah bisa sedikit pulih, sehingga kami dapat lebih optimis, meski harus tetap realistis,” pungkasnya. (DK)

Artikel Terkait

Jembatan Monjot Bisa Dilalui Lagi

dinamika

Empat Instansi Meninjau Penerapan “Andalalin”

dbmtr uptd2

Piket Nataru UPTD II Sukabumi

dinamika