Image default
Garda

Pegawai Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat (DBMPR Jabar)

Imbas pandemi Corona Virus Disease – 2019 (Covid-19) membuat banyak paket pekerjaan pembangunan infrastruktur di lingkungan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat (DBMPR Jabar) urung dilaksanakan. Pasalnya, ada refocusing anggaran untuk penanggulangan COVID-19, sehingga beberapa paket pekerjaan terhenti.

Kendati begitu, ada beberapa proyek pembangunan yang tetap dilakukan, yaitu empat paket pembangunan di lingkungan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan 3 (UPTD 3) Bandung.

Pertama, pembangunan Fly Over (FO) Jalan Jakarta – Jalan Supratman tahap 2. Kedua, pembangunan FO Jalan Laswi – Jalan Pelajar Pejuang tahap 2. Ketiga, pembangunan jembatan Leuwigajah (duplikasi). Terakhir, pembangunan lima buah jembatan Kalimati dan Bojong di Kabupaten Subang.

Menurut Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) UPTD 3 bandung, Eris Kusdhianto, pembangunan FO Jalan Jakarta dan Jalan Laswi sudah memasang tiga buah girder (gelagar). Girder atau gelagar merupakan balok beton atau baja yang berfungsi sebagai penyambung antara tiang penyangga jembatan. Gelagar merupakan bagian struktur atas sebuah jembatan yang berfungsi menyalurkan beban, khususnya beban kendaraan.

Pembangunan FO Jalan Jakarta tahap 2 memiliki nilai proyek Rp 24,55 miliar. Sementara FO Jalan Laswi tahap 2 nilai kontraknya Rp 22,72 miliar. “Progress pengerjaan FO Jalan Jakarta dan FO Jalan Laswi saat ini sudah selesai memasang girder (gelagar), masing-masing sebanyak tiga buah,” ujar Eris.

Kemajuan pembangunan cukup cepat. Diperkirakan selesai awal Desember 2020. “Namun, kami tetap menunggu sesuai target, yaitu tanggal 24 Desember 2020 sudah tuntas dan dapat digunakan melintas kendaraan sambil dipoles untuk mempercantiknya,” jelas Eris.

Sementara pembangunan jembatan Leuwigajah (duplikasi) bernilai kontrak Rp 15,7 miliar. Sempat terkendala izin pemanfaatan ruang milik jalan tol Purbaleunyi, namun kini izin itu sudah ke luar. “Saat ini, kami sedang berkoordinasi dan bekerja sama dengan pihak Kereta Cepat Indonesia – China (KCIC) agar pelaksanaan pembangunannya dapat berjalan lancar,” lanjut Eris.

Pembangunan jembatan Leuwigajah tahap pertama ditargetkan selesai akhir Desember 2020 dan dilanjutkan pembangunannya tahun 2021 melalui lelang baru. “Jembatan Leuwigajah tidak dapat tuntas tahun ini, karena mengalami realokasi anggaran, sehingga agak terlambat pelaksanaannya,” ujar Eris.

Sementara paket terakhir yang lokasinya di Kabupaten Subang masih berjalan sampai saat ini. Menurut PPK pembangunan lima jembatan, Emon Taryaman, tiga jembatan dibangun di Kalimati dan dua jembatan di Rancabango. “Total panjang kelima jembatan itu 48 meter, dengan nilai kontrak Rp 2,3 miliar,” ujarnya.

Pembangunan jembatan ini bertujuan melebarkan jembatan agar sesuai dengan standar provinsi serta memperlancar mobilitas masyarakat maupun kendaraan. “Jembatan ditargetkan rampung akhir Desember 2020,” pungkas Emon. (DK)

Artikel Terkait

Tim URC UPTD III Bandung Bersihkan Sampah

dinamika

Terowongan Air Nanjung Minimalisir Banjir

dinamika

Pelatihan Pasang Bongkar Jembatan Bailay

dinamika