Image default
Horizon

Pola Makan Cermat, Sakit Tak Kumat

PUASA, selain merupakan pelaksanaan ibadah fisik seorang muslim karena diperintah Allah SWT, juga mengandung banyak manfaat. Di antaranya sebagai sarana latihan agar merasakan lapar sebagaimana mereka yang hidup dalam kekurangan dan kelaparan, sehingga memiliki rasa peduli untuk berbagi.

Puasa pun memberi kesempatan bagi tubuh untuk mengurangi kerja kerasnya, seperti mengistirahatkan organ pencernaan kita di siang hari. Lebaran menjadi fase peralihan bagi tubuh untuk kembali ke tugas beratnya. Saat lebaran, godaan luar biasa akan timbul pada nafsu makan kita, karena berbagai makanan lezat dan menarik tersedia melimpah ruah di rumah. Segala makanan lezat, gurih, dan manis tersedia di rumah maupun tempat yang dikunjungi untuk silaturahmi.

Budaya balas dendam kerap merusak pola hidup sehat yang telah dijalani selama puasa. Padahal kita dianjurkan untuk tetap menjaga pola makan sehat yang merupakan salah satu cara untuk menghindari berbagai penyakit musiman yang biasanya meningkat usai lebaran. Jika tergoda mengonsumsi makanan berlebihan, dipastikan penyakit setelah lebaran menghampiri. Ini mesti diwaspadai. Jangan sampai acara silaturahmi ke rumah rekan atau saudara malah berakhir di rumah sakit.

Penyakit yang sering dialami pascalebaran antara lain kambuhnya penyakit hipertensi, kolesterol, dan diabetes. Banyaknya hidangan hari raya yang manis dan berlemak dapat memicu kambuhnya penyakit kronis itu. Seringkali penderita lupa mengontrol dan mengonsumsi makanan yang sebelumnya pantang dikonsumsi. Pola makan tak terkontrol saat hari raya dapat menimbulkan masalah baru, khususnya bagi penderita hipertensi, kolesterol, dan diabetes.

Penyakit lainnya adalah kelelahan pascalebaran. Hari raya ketika semua keluarga berkumpul dan saling berkunjung tentu sangat menyenangkan. Namun aktivitas yang sangat tinggi di hari raya seperti mudik dan mempersiapkan lebaran tentu menyita waktu dan tenaga, sehingga menyebabkan kelelahan. Kondisi tubuh yang lelah disertai pola makan yang buruk saat lebaran akan membuat tubuh rentan terhadap penyakit. Biasanya penyakit yang timbul akibat kelelahan adalah batuk, pilek, dan radang tenggorokan. Penyakit-penyakit itu bisa dicegah apabila dapat mengontrol pola makan dan hidup sehat.

Inilah beberapa tips untuk mencegah penyakit pascahari raya :

  1. Hindari makanan berlemak, jeroan, dan makanan manis. Sebaiknya penderita hipertensi, kolesterol, dan diabetes tetap menjaga pola makan sebelumnya. Boleh saja menikmati hidangan lebaran, asal dengan porsi kecil dan tetap mengonsumsi obat.
  2. Istirahat cukup. Keadaan tubuh yang lelah mengakibatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit juga menurun, sehingga tubuh lebih mudah terserang penyakit.
  3. Konsumsi sayur dan buah. Untuk mengimbangi dan mencegah timbulnya kolesterol, makanlah sayur dan buah. Selain kaya serat, sayur dan buah juga mengandung nutrisi penting untuk tubuh.
  4. Konsumsi air putih. Jangan terlalu banyak mengonsumsi soft drink. Perbanyak minum air putih, sedikitnya dua liter sehari. Minumlah air putih untuk menghidrasi tubuh dengan baik, sehingga stamina tetap terjaga.
  5. Tetap berolah raga. Sesibuk apa pun, luangkan waktu untuk olah raga. Anda bisa memilih jalan santai atau di dalam rumah memakai peralatan olahraga.

Kendati sudah berusaha menjaga pola makanan, tapi kita biasanya dipaksa untuk sekadar mencicipi makanan ketika bersilaturahmi. Akhirnya, kita “terpaksa” mencicipi karena “tak enak hati” sudah disediakan sang tuan rumah.

Jika sudah demikian, berikut beberapa hal yang harus diperhatikan saat menikmati hidangan di hari lebaran untuk menghindari sakit pascalebaran :

  1. Perhatikan porsinya. Jangan jadikan lebaran sebagai ajang balas dendam setelah sebulan berpuasa. Tetaplah makan dengan porsi yang tidak terlalu banyak atau berlebihan.
  2. Ingat slogan “Berhenti Makan Sebelum Kenyang”. Secara normal, tubuh memiliki pengaturan canggih ketika makan, karena tubuh dapat melakukan proses pengolahan dan metabolism yang melibatkan kegiatan fisik, mekanik, dan kimiawi, termasuk keluarnya berbagai enzim dan hormon. Tubuh membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk memberitahu otak bila kita sudah kenyang. Rasa kenyang merupakan sinyal dari tubuh agar kita berhenti makan. Makan secara perlahan juga bisa membantu tubuh agar penyampaian sinyal lebih optimal. (wasu / DK)

Artikel Terkait

Hari Gunung se-Dunia: Merawat Gunung, Merawat Kehidupan

dinamika

Kesalehan Sosial Bukan Sekadar Kebaikan

dinamika

KM 0 Tonggak Sejarah Kota Bandung

adm1n@Web