Image default
Laporan Utama

Prioritaskan Realisasi Perpres Bandung Raya

Setelah melalui Pemilihan Kepala Daerah Serentak, pasangan M. Ridwan Kamil dan UU Ruzhanul Ulum berhasil meraih suara sah sebanyak 7.226.254 (32,88%) dan terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur. Keduanya kemudian dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur oleh Presiden Joko Widodo yang didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla, Rabu (5/9), di Istana Negara, Jakarta.

Sebagai Gubernur Jawa Barat yang baru, M. Ridwan Kamil dan pasangannya membawa visi dan misi “Jabar Juara” yang mengutamakan kolaborasi dan penggunaan teknologi untuk membantu menjalankan roda pemerintahan. Terkait kepemimpinan, pasangan ini sudah memiliki rekam jejak dalam birokrasi. Sebelum menjadi Gubernur Jawa Barat, M. Ridwan Kamil adalah Walikota Bandung periode 2014 – 2018. Sementara Uu Ruzhanul Ulum merupakan Bupati Kabupaten Tasikmalaya untuk periode yang sama.
Setelah menjalani proses pelantikan, pasangan Rindu melakukan serah terima jabatan (sertijab) Gubernur Jawa Barat di Aula Barat Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (6/9). Sertijab dilakukan dari Pejabat (Pj) Gubernur Jawa Barat, M. Iriawan kepada pasangan Rindu.
Setelah dianggap cukup berhasil membangun Kota Bandung, Ridwan Kamil mulai merancang sejumlah program yang akan dilakukan ke depan. Salah satu prioritasnya, merealisasikan Perpres Bandung Raya untuk mengurai masalah lalu lintas di wilayah Jawa Barat.
“Saya akan mulai mendorong namanya pemerintahan Bandung Raya dulu. Perpres itulah yang akan menjadi sumber mengurai benang kusut seperti banjir lintas wilayah, urusan transportasi, urusan Kawasan Bandung Utara (KBU), dan lain-lain,” ungkapnya sebagaimana dilansir Kompas.com.
Wacana pembentukan lembaga khusus untuk mengatasi masalah lalu lintas di Bandung Raya sudah lama didengungkan. Namun, hingga saat ini belum terealisasi. “Sekarang ke dinas masing-masing masih pingpong. Tapi nanti, sesuai Perpresnya, ada pemimpin di bawah Gubernur di atas Walikota yang mengkoordinasikan, termasuk anggarannya. Anggaran mengurusi banjir tidak hanya seperti sekarang, tapi terintegrasi,” lanjutnya.
Terkait transportasi, Ridwan Kamil merencanakan menghadirkan moda transportasi massal yang modern untuk wilayah Bandung Raya, khususnya untuk warga Kota Bandung. “Jika sudah menjadi Gubernur, untuk Kota Bandung kecepatannya dua kali lebih cepat. Jadi, itu menjawab urusan LRT, dan urusan sangkut paut sagala rupa,” ucapnya dalam bahasa Sunda.
Selain program prioritas itu, dalam 100 hari kepemimpinannya, Ridwan Kamil akan menjalankan program jangka pendek, yakni sistem pengaduan online. Sistem ini dianggap berhasil ketika memimpin Kota Bandung. Banyak permasalahan warga yang dapat terungkap berkat adanya sistem pengaduan online melalui media sosial. Maka, sistem ini pun akan diaplikasikan untuk semua kabupaten/kota di wilayah Jawa Barat.
Program selanjutnya adalah hibah bus bandros untuk kabupaten/kota di Jawa Barat. Kemudian, program satu desa satu perusahaan untuk meningkatkan ekonomi warga desa. Program lain yang disoroti Ridwan Kamil, adalah penataan Sungai Citarum seperti yang dilakukan pemerintah pusat, yakni Program Citarum Harum. v (wasu / DK)

Artikel Terkait

DBMPR Jabar Mulai SPBE dengan Rapikan Data

dinamika

“Noah’s Park”  Rekomendasi untuk Agrowisata, Proyek Dihentikan Sampai Izin Beres

admin

Desain Baru Tak Bisa Dibangun Terburu-Buru

dinamika