Image default
Bidang

Program Atasi Disparitas Jawa Barat Selatan

Untuk mengatasi disparitas sosial dan ekonomi antara wilayah utara dan selatan Jawa Barat, Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Provinsi Jawa Barat, sudah menyiapkan program. Yaitu, peningkatan jalan horizontal tengah pada jalur Jawa Barat bagian selatan, yang akan menghubungkan jalur Sukabumi sampai Pangandaran di tahun 2020, sejauh 410.79 km. Selasa, (22/10) Seksi Rekayasa Teknik, Bidang Teknik Jalan DBMPR Provinsi Jawa Barat, menggelar rapat pemaparan laporan kegiatan kerja pembangunan Jawa Barat. Kegiatan ini berlangsung di ruang rapat lt.2.

Rapat dihadiri oleh tim PPK Perencanaan Teknik Jalan dan Jembatan DBMPR serta konsultan perencanaan. Ada beberapa kesimpulan rapat yang dihasilkan terkait pembangunan Jawa Barat bagian selatan. Pertama, perlu adanya transportation system yang menghubungkan pusat-pusat di Jawa barat selatan. Kedua, perlu ada jaringan alternatif, secara horizontal maupun vertikal yang menghubungkan Jawa Barat selatan sebagai alternatif jalur, jika terjadi hambatan pada jalur-jalur nasional maupun provinsi.

Selanjutnya, berdasarkan peninjauan pada pemodelan transportasi, perlu adanya jalan-jalan alternatif untuk mempersingkat jarak dan waktu tempuh pada pusat-pusat pertumbuhan Jawa Barat selatan ke ibukota provinsi/kabupaten/kota maupun antara PKN/PKW/PKL. Terakhir, dalam rangka meminimalisir disparitas pengembangan wilayah bagian selatan dengan utara, diusulkan penambahan jalur-jaur vertikal untuk memperlancar proses koneksi. Penambahan jalur-jalur vertikal ini, juga untuk mempermudah distribusi potensi hasil bumi Jawa Barat selatan serta menumbuhkan akses pengembangan wisata di wilayah tersebut. (Bidang Teknik DBMPR)

Artikel Terkait

Upaya Mengubah “Tempat Sampah Raksasa”

dinamika

Konsultasi Publik 2 : Penyusunan Raperda KSP BIJB dan Kertajati Aerocity

dinamika

Laporan Akhir Penyusunan Raperda KSP KBU

dinamika