Image default
Peristiwa

Program Jangan Jadi Beban, Tapi Jadikan Peluang dan Kebutuhan

Dibuka dan dipimpin oleh Kepala Dinas Bina Marga Dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat, A, Koswara, MP. Rapat Dinas (29/9) Ruang Rapat Bima Utama dihadiri peserta “full team” , yaitu para Kepala Bidang, Kepala UPTD  (KPA), PPK, PPTK.

Kadis mereview   kembali sejauhmana program-program seperti  Digitalisasi, Reformasi Birokrasi, Pengaman Aset dan menanyakan  sampai sejauh mana progresnya? “Semua program dibuat agar nanti bila sudah berjalan jadi sebuah sistem. Bila sudah menjadi sistem siapapun nanti yang jadi pemimpin disini tinggal melanjutkan,” ujar Kadis.

Jika semua program tersebut tidak dilanjutkan, tidak dikerjakan  maka tidak akan terjadi perubahan. Melaksanakan dan mewujudkannya  harus jadi komitmen Bersama, jangan dijadikan beban, tetapi jadikan  kebutuhan dan  peluang untuk memperbaiki kinerja sehingga hasilnya maksimal.  “Lakukan program yang sudah dibuat, semua memang memerlukan proses. Tetapi PROSES KERJA  itu yang harus dilalui menandakan ada komitmen untuk berubah,” jelasnya/

Jika program-program tersebut kurang difahami lakukan komunikasi supaya tidak ada sekat. Mungkin informasi melalui media sosial yang disampaikan tidak /kurang lengkap, maka mungkin perlu dilakukan komunikasi secara langsung.

Yang perlu diperhatikan dalam setiap program/paket pekerjaan ada kualiti kontrol. Dan untuk semua harus terdokumentasikan melalui foto, video dan catatan yang  semua harus “berbicara” karena disitu semua proses sebelum dan selama serta  setelah selesai terekam. Agar bila suatu saat diperlukan bisa jadi bukti yang bisa menyelamatkan semua sebagai bahan pertangungjawaban.  “Sistematika kerja yang benar ditambah semua terdokumentasikan, maka akuntabilitas akan terjaga”, tegas Kadis.

Menanggapai laporan setiap UPTD. , bidang , secretariat, yang intisarinya menyampaikan permasalahan

  • SDM = Jumlah Yang Terbatas, Kompetensi Yang Perlu Ditingkatkan, Latar Belakang Pendidikan Untuk Posisi Tertentu.
  • Masalah sarana prasarana : alat berat, ruangan pertemuan, penambahan ruang laboratorium, internter
  • Kehumasan agar apa yang kerjakan diketahui masyarakat
  • Anggaran : untuk kesejahteraan pegawai lapangan, dana untuk bencana alam.

Terhadap semua permasalaham tersebut, Kadis memberikan tanggapan  bahwa sampai kapanpun apa-apa yang disampaikan akan jadi permasalahan sepanjang kita tidak melakukan komunikasi dengan lingkungan kerja kita dan melakukan inisiatif , Jika kita mempunyai inisiatif untuk menyelesaikan semua persoalan tersebut, maka akan dibuat : 1. Perencanaan program apa saja yang harus dibuat  2. Lakukan komunikasi terhadap pemangku kepentingan minta dukungan (supporting) apa yang diperlukan dan pada  pegawai tentang langkah yang akan dikerjakan dan 3. Lakukan Konsolidasi agar semua mempunyai  peran/berpartisipasi, jangan bergerak sendiri. 4. Konsistensi,  terus dilakukan meskipun mungkin ada kendala atau prosesnya memakan waktu lama.

Sebagai ASN harus berfikir progresif selalu ingin maju , jangan defensif semua pekerjaan selalu saja ada kendala yang dijadikan alasan.   ASN (pegawai Pemerintah) mempunyai kewenangan besar tetapi sepertinya belum difahami. Jangan mengecilkan diri. mari kita manfaatkan kewenangan tersebut dengan menunjukan kinerja bukan hanya untuk pembangunan keluar tetapi untuk pembangunan didalam (internal).

Artikel Terkait

JLS Dorong Peningkatan Perekonomian Masyarakat

dinamika

Infrastruktur Wajah Kinerja Pemprov Jabar

dinamika

Penasehat DWP, Atalia Praratya: DWP Harus Kreatif dan Solutif

dinamika