Image default
Peristiwa

Raih Kemuliaan Dengan Mendirikan Shalat dan Membaca Al Quran

Ramadan hari ke-6 Senin (13/5) pimpinan dan pegawai Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat bersama Sekretaris Daerah Pemprov Jabar, Iwa Karniwa, dan jamaah lain melaksanakan buka dan tarawih bersama di Masjid Al-Muttaqien di areal Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Bandung.

Menurut  Hendra Wardana, Kepala Seksi Perencanaan Tata Ruang  DBMPR Jabar, pada hari itu DBMPR Jabar menjadi penanggung jawab menyiapkan kegiatan buka dan tarawih   bersama. Mewakili Kepala DBMPR Jabar, Hendra mengatakan, “Alhamdulillah, karena  rahmatNya, kita masih diberi kesempatan melaksanakan sholat berjamaah. Untuk itu, saya mengucapkan  terima kasih untuk semua yang  hadir.”

Sebelum tarawih, Ustadz Hafidz Muslih, dosen Universitas Islam Negeri Bandung menyampaikan  tausiyah. Dia mengupas Al-Quran Surat  Al-Fathir ayat 29-30, yang artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.”

Dijelaskannya, Allah akan memberikan kesempurnaan, kemuliaan, dan kesuksesan pada manusia. Kuncinya dengan membaca Al Quran terus menerus secara konsisten dan mengamalkan isi yang terkandung di dalamnya. Di antaranya dengan mendirikan shalat dan menginfakkan sebagian dari rejeki yang diberikan Allah. Kunci kedua dengan mendirikan shalat. Al Quran menyebutkan, dalam mendirikan shalat ada yang disebut khorsyahun (shalat khusuk), yaitu  shalat yang dilaksanakan dengan tenang, teratur, dan tidak buru buru. Beikutnya, shalat haafidun, yakni selain melaksanakan shalat fardu  dan sunah, juga menjaga perilaku yang baik. Kemudian, shalat naaidun, yaitu orang yang mendirikan shalat dan jika diberikan ujian oleh Allah, maka dia hanya akan mengeluh kepada Allah dengan  sabar dan shalat sebagai penolongnya. Bagi orang tersebut,  makin banyak ujian yang  Allah  berikan, maka semakin dekat dengan dia kepada Allah melalui sabar dan shalat.

Hafid Muslih menandaskan, bila istiqamah membaca Al Quran, mendirikan shalat, dan berbagi terhadap sesama manusia, maka hal itu akan mengantarkan  kepada kesuksesan, kesempurnaan, dan kemuliaan di hadapan Allah dan makhlukNya. (feby – wawan / DK)

Artikel Terkait

Jabar Nan Mempesona di Usia Ke-74

dinamika

Rapat Koordinasi Substansi Ranperda Revisi RTRW Propinsi Jawa Barat

dinamika

Ramadhan Melatih Kepemimpinan

dinamika