Image default
Peristiwa

Ramadhan Melatih Kepemimpinan

Diiringi rintik hujan, mereka memasuki Masjid Al-Hikmah yang terletak di dalam kantor. “Alhamdulillah, hari ini acara dibarengi dengan hujan. Semoga menjadi berkah,” ujar Koswara di hadapan pimpinan sturuktural, Kepala UPTD, dan pegawai lainnya.

Koswara kemudian menyampaikan arti Ramadhan dalam melatih kepemimpinan diri. “Makna puasa bila diterapkan dalam kehidupan kepemimpinan sangat besar. Selain itu juga bisa menjadi bahan evaluasi buat kita semua. Karena yang paling susah adalah memimpin diri sendiri,” ujarnya.

Dengan berpuasa, lanjut Koswara, manusia dilatih mengendalikan dan memimpin diri sendiri. Mengendalikan diri berarti mengendalikan emosi, menyalurkan energi diri, lalu menerapkan kedisiplinan pada diri sendiri. Ini kerap sulit dilakukan manusia. “Orang yang tidak bisa mengendalikan diri tidak akan bisa jadi pemimpin yang baik,” ujar mantan staf Bappeda Jabar ini.

Seorang pimpinan  yang baik, seperti  para Kepala UPTD,  harus bisa membimbing anak buahnya dengan baik. “Bagaimana sebuah arahan, sebuah perintah menjadi kekuatan yang mengikat secara emosional, dan sebagainya. Tanpa kita bisa memimpin diri sendiri, kita tidak mungkin bisa memimpin orang lain,” tegas Koswara.

Meski baru tiga bulan memimpin, Koswara mengaku, belum sepenuhnya mengenal karakter para pegawai DBMPR Jabar. Melalui psikologi kerja, ia mempelajari hal itu dengan cermat supaya dapat beradaptasi dan membuat berbagai perbaikan atas kekurangan yang ada. “Oleh karena itu, saya mengajak teman-teman semua untuk membuka pikiran, membuka wawasan dalam melakukan pekerjaan, sehingga kita bisa melakukan pekerjaan dengan semangat dan dengan motivasi perubahan,” tuturnya.

Koswara juga mengajak keluarga besar DBMPR Jabar untuk belajar mengevaluasi diri. Lantaran tanpa evaluasi, seseorang tidak akan bisa melakukan perbaikan dan perubahan. “Jadikan momentum Ramadhan sebagai sarana untuk melatih kepemimpinan diri sendiri. Mengevaluasi untuk melakukan perbaikan. Dengan perbaikan, kita bisa berubah. Tanpa perbaikan, kita tidak bisa melakukan perubahan,” pungkasnya.

Puasa Meningkatkan Strong Character

Ustadz Hafidz Muslih dalam menjelaskan, puasa Ramadhan  bagi umat Islam sangat baik untuk meningkatkan karakter yang kuat (strong character). “Pada bulan Ramadhan, hal yang membatalkan puasa itu sedikit, tapi yang merusak iman dan pahala banyak, salah satunya bohong. Makanya Rasulullah mengatakan, siapa yang tidak bisa meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta, maka Allah tidak butuh lagi pada lapar dan hausnya,” ujarnya.

Dia menambahkan, melatih integritas terhadap etos kerja dapat ditempuh melalui kejujuran. “Rasulullah mengatakan, kejujuran membawa kebaikan. Kebaikan membawa keberkahan. Oleh karena itu, jauhilah dusta. Pekerjaan, Insya Allah, akan selesai dengan baik kalau kita jujur,” katanya. (feby- wawan / DK)

Artikel Terkait

Kadis Kunjungi Paket Kerja di UPTD 3

dinamika

Rapat Koordinasi Kebinamargaan Se-Jawa Barat

dinamika

Pemprov Jabar Miliki Sekda Baru

dinamika