Image default
Profil

Siapkan Regenerasi Bagian Perencanaan

Pegawai Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat (DBMPR Jabar) yang satu ini memiliki pembawaan energik dan terlihat masih muda. Maklum, usianya masih di bawah 50 tahun. Cita-citanya menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) sudah tercapai. Kendati hal itu bukan impian utamanya.

BERAWAL di tahun 2006, saat ada kesempatan untuk mengabdi di Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai ASN untuk jurusan teknik, Gunawan, S.T., M.T., mengikuti tes. Dan, ternyata diterima. Padahal, saat itu ia sudah bekerja sebagai konsultan di Bandung sejak tahun 2001.

“Ternyata saya ditempatkan di DBMPR Jabar. Di Bagian Perencanaan,“ ujar Kepala Sub Bagian Perencanaan dan Program DBMPR Jabar ini.

Hanya “bertahan” dua tahun di perencanaan, pada tahun 2008, Gunawan mendapat beasiswa dari Kementerian PU untuk melanjutkan sekolah. Ia pun mengambil S2 di Unpar Program Studi Pengelolaan Jaringan Jalan. Selesai kuliah S2, Gunawan kembali ke DBMPR Jabar. Tugasnya tetap di bagian yang sama.

Tahun 2017, ia sempat bertugas di Laboratorium Bahan Konstruksi (Labkon) sebagai Kasie Pengujian Tanah dan Bangunan. Kemudian, tahun 2018, Gunawan menjabat Kasubag TU UPTD VI Cirebon sebelum akhirnya pada tahun 2020 kembali ke Bagian Perencanaan DBMPR Jabar.

Sebagai ASN, terlebih sudah level eselon, setiap perpindahan tempat tugas Gunawan selalu penuh kejutan. Dia tidak pernah tahu akan ditempatkan di mana dengan tugas seperti apa. Tak ayal, ketika mendapatkan amanah baru sebagai Kepala Sub Bagian Perencanaan dan Program DBMPR Jabar, Gunawan merasakannya juga sebagai sebuah kejutan. Kejutan yang menyenangkan tentu saja.

“Jika dikatakan bagian ini penting tentu sama seperti bidang lainnya yang juga dapat dikatakan sangat penting. Oleh karena itu, kami saling bersinergi antarbidang dan seluruh UPTD dalam merencanakan setiap program,” ujar pria yang juga menjadi dosen tidak tetap di sebuah PTS itu.

Salah satu misalnya, Gunawan dan jajarannya menyusun perencanaan dan program berdasarkan usulan dari setiap bidang dan UPTD. Lengkap mulai usulan termasuk nilai anggarannya.

“Kami masukkan semua usulan masing-masing untuk dijadikan program perencanaan untuk dijadikan program perencanaan. Jadi, Bagian Perencanaan hanya mengelola dan mengkoordinir. Kami tidak mengatur besarnya anggaran,” ungkap pria yang hobi bersepeda dan berenang ini.

Usulan program dan anggaran dari DBMPR Jabar ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat itu unlimited. Tetapi, APBD Pemprov Jabar amat mungkin terbatas. Maka, dari usulan sebesar Rp 5 triliun mungkin yang dialokasikan hanya Rp 1,5 triliun. Itu pun termasuk untuk biaya operasional lainnya. Bila anggaran sudah turun, maka harus dipilih program prioritas.

“Jadi, diutamakan program yang menjadi prioritas. Kriterianya, jalan yang rusak berat, rawan bencana atau jalan yang membahayakan keselamatan pengguna jalan. Selanjutnya, dirinci mana yang perlu dikerjakan dahulu dengan anggaran yang ada,” jelas Gunawan.

Anggaran tersebut sudah termasuk anggaran untuk Program Strategis Pemprov maupun DBMPR Jabar. Hal ini merupakan kebijakan, sehingga usulannya bisa dari Gubernur atau Kepala Dinas. Misalnya, program pembangunan Fly Over, Under Pass, dan Masjid Al-Jabbar.

“Jadi, penyusunan program prioritas itu, untuk kegiatan reguler Kebinamargaan, yaitu peningkatan, rehabilitasi, dan pemeliharaan berkala jalan. Sementara untuk kegiatan strategis, anggarannya sudah dialokasikan secara khusus,” papar Gunawan.

Berkaitan dengan realokasi anggaran akibat adanya pandemi Corona Virus Diseases-2019 (Covid-19), setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta melakukan efisiensi yang kemudian ditargetkan jumlahnya untuk dikurangi. Hasil pengurangan anggaran ini bakal dialokasikan untuk penanggulangan wabah Covid-19.

“Pengurangan anggaran setiap bidang dan UPTD merupakan hasil diskusi dan masukan dari semua pihak, termasuk Kadis. Pengurangan anggaran setiap bidang/UPTD menggunakan prinsip berkeadilan dengan persentase yang tidak begitu jauh, tetapi tetap melihat prioritas kegiatan,” urai Gunawan.

Ia menambahkan, realokasi anggaran memang membuat tugasnya bersama rekannya di Bagian Perencanaan makin memerlukan semangat ekstra. “Di Bagian Perencanaan, tidak ada wabah Covid-19 saja harus usaha ekstra, apalagi ini ada Covid-19. Tetapi kami sadar bahwa itu risiko dan tanggung jawab kami,” lanjut Gunawan.

Mengenai proses penganggaran, menurut Gunawan, selalu dilakukan setahun sebelumnya. Misalnya, anggaran 2021 sudah disiapkan sejak Januari 2020. Hal ini mengikuti tahapan penganggaran yang sudah disetujui oleh TAPD, karena nantinya akan melewati pembahasan dengan stakeholder terkait, misalnya BPKAD, Bappeda dan DPRD. Sehingga nantinya pasti akan mengalami perubahan-perubahan usulan program.

“Anggarannya kami sesuaikan dengan target DBMPR Jabar. Misalnya, untuk meningkatkan kemantapan jalan, kami rinci yang perlu dilakukan. Tetapi bila nanti ada revisi, maka anggarannya akan disesuaikan. Umpamanya, peningkatan dari 20 kilo meter mungkin hanya tersedia anggaran untuk 5 kilo mter, dan seterusnya. Jadi, seringkali usulan anggaran tidak terpenuhi sesuai kebutuhan,” ungkap Gunawan.

Sebagai bagian yang mengkoordinir penganggaran dalam berbagai program dan menyiapkan berbagai laporan di akhir anggaran, Bagian Perencanaan tentu memerlukan pegawai yang mau bekerja keras mengingat banyak hal yang harus dikerjakan dan bermacam-macam variasi pekerjaannya.

Gunawan menilai, sampai saat ini pegawai yang bertugas di Bagian Perencanaan Program sudah mencukupi. Namun, mempersiapkan regenerasi tetap diperlukan dari sekarang.

“Untuk regenerasi pegawai minimal harus disiapkan satu tahun lebih. Idealnya sih dipersiapkan dua tahun sebelumnya agar dapat memahami proses dan membiasakan dengan irama kerja di Bagian Perencanaan,” pungkas Gunawan.

Dia sendiri mematok mimpi akan terus mengajar sebagai dosen jika sudah purna bakti dari DBMPR Jabar. Tujuannya sederhana saja, supaya ilmunya tetap tajam terasah. (DK)

Artikel Terkait

Aseng Supriatna ST. M.Si : Amankan Wilayah Penuh Tantangan

dinamika

Tugas Lama Rasa Baru

dinamika

Menekuni Seni dan Pariwisata, Belajar Tegar Membaur di Infrastruktur

dinamika