Image default
Bidang Laporan Utama

SOBEK : Skema Pemodelan Banjir

METODE SOBEK dilakukan dengan mengakomodasi rencana aksi pekerjaan konstruksi untuk penanganan banjir yang telah dan akan dilakukan :

  • Base Case merupakan kasus dasar dengan besaran penampang melintang sesuai kondisi awal tahun 2013 dan pengukuran terakhir untuk kondisi tahun 2016, termasuk normalisasi Sungai Cikijing, Cimande, dan Cikeruh.
  • Running Model tahun 2019 menambahkan adanya pembangunan kolam retensi Cieunteung.
  • Running Model tahun 2020 menambahkan adanya kolam retensi Cieunteung dan pembangunan tunnel Nanjung.
  • Running Model tahun 2021 menambahkan adanya kolam retensi Cieunteung, pembangunan tunnel Nanjung, dan floodway Cisangkuy.
  • Running Model tahun 2022 menambahkan adanya kolam retensi Cieunteung, pembangunan tunnel Nanjung, floodway Cisangkuy, dan steepening/deepening di Sungai Citarum (segmen Sapan – Nanjung).

 

Strategi Jangka Mendesak (Prioritas)

  • Sosialisasi penataan KJA.
  • Sensus pendataan KJA yang berada di wilayah waduk Cirata, Saguling, dan Jatiluhur.
  • Program alih usaha budidaya di darat bagi pembudidaya ikan yang terdampak penataan KJA (budidaya ikan hias, kios penjualan ikan, pembenihan dan pembesaran ikan lele, pembenihan dan pembesaran ikan mas, pembesaran ikan lele dan nila sistem bioflok, dll).
  • Demplot KJA yang ramah lingkungan melalui sistem penerapan Smart KJA dan CBF.
  • Penentuan target operasi (TO) KJA.
  • Pembongkaran Air (Kar Air), Pembongkaran Darat (Kar Darat), dan Inventarisasi. Tahapan sosialisasi, sensus KJA, dan penentuan TO sudah dilaksanakan mulai tahun 2018 sampai Maret 2019.

 

Penataan Keramba Jaring Apung (KJA)

  • KEBIJAKAN dan strategi pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan di waduk Cirata, Saguling, dan Jatiluhur secara garis besar terdiri dari :
  • Mengurangi jumlah KJA sesuai dengan daya dukung perairan waduk Cirata, Saguling, dan Jatiluhur
  • Menerapkan teknologi kegiatan pembudidayaan ikan yang ramah lingkungan dengan cara Smart KJA dan Culture Base Fisheries/CBF (penangkapan ikan berbasis budidaya).
  • Melakukan penebaran ikan (restocking) di perairan waduk Cirata, Saguling, dan Jatiluhur.

 

Strategi  Jangka Panjang

  • Melakukan konservasi DAS Citarum dengan cara restocking ikan endemik.
  • Melakukan revitalisasi KJA melalui penerapan sistem Smart KJA dan CBF.

 

Monitoring dan Evaluasi Pengendalian Banjir

PEMANTAUAN serta evaluasi selama pelaksanaan program dan setelah program selesai dilaksanakan :

  1. Waktu, tahapan pelaksanaan pemantauan, dan evaluasi dilakukan secara kontinu dan berkala pada saat kegiatan sedang berjalan dengan :
  • Mengirim surat permintaan data kepada badan pengelola waduk dan Disnakanla Kabupaten.
  • Peninjauan ke lapangan.
  • Rapat evaluasi kegiatan penertiban KJA.
  1. Kegiatan pemantauan dan evaluasi diarahkan pada pengelolaan rencana aksi untuk memperbaiki penyimpangan dalam implementasinya. Sementara evaluasi dampak diarahkan kepada kelompok sasaran untuk menilai keuntungan yang diperoleh dalam kelompok sasaran, yaitu masyarakat pembudidaya dan eks pembudidaya ikan KJA. (wawan / DK)

Artikel Terkait

Taktik Memutus Polemik Jalan Tambang

dinamika

Upaya Kejar Masjid Al-Jabbar Kelar

dinamika

Laporan Akhir Penyusunan Raperda KSP KBU

dinamika