Image default
Profil

Tak Mau Mengabdi ke Lain Hati

Andi Nugraha, S.T.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan Masjid Al-Jabbar

Pegawai Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat (DBMPR Jabar) ini termasuk salah satu yang paling sibuk dalam pembangunan Masjid Al-Jabbar. Ia terlibat langsung dalam pelaksanaan pembangunan landmark Jawa Barat itu sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sejak tahun 2019. Bahkan, pada tahun 2020 tugasnya bertambah menjadi Kepala Seksi Pengawasan Data dan informasi pada Bidang Jasa Konstruksi DBMPR Jabar.

Adalah Andi Nugroho, S.T. Berasal dari Jawa Tengah, Andi berkarier di DBMPR Jabar sejak tahun 2003. Masa kecil hingga kuliah dihabiskannya di provinsi itu. Setelah menyelesaikan kuliah S1 dalam Program Studi Teknik Sipil di Universitas Muhammadiyah Surakarta, Andi merantau ke Kota Bandung. Di sini, ia mendapat kesempatan meniti karier sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Awalnya, Andi bekerja di DBMPR Jabar sebagai pegawai harian di proyek pembangunan jalan dan jembatan pada tahun 2003. Sabar menanti, akhirnya dia resmi menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2009. Tugas pertamanya sebagai pelaksana pada Bidang Pembangunan Dinas Bina Marga.

Perubahan SOTK pada Dinas Bina Marga menjadi Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang sesuai Pergub No. 51 Tahun 2016 turut mengubah tugas Andi selanjutnya. Pergub itu menjelaskan perubahan Tugas Pokok, Fungsi, Rincian Tugas, dan Tata Kerja DBMPR Jabar, yakni ada penambahan bidang baru, Bidang Jasa Konstruksi dan Bidang Tata Ruang.

“Tahun 2017, saya ditugaskan di Bidang Jasa Konstruksi sebagai PengelolaTeknik Konstruksi Berkelanjutan, di bawah Kasie Pemberdayaan Jasa Konstruksi,” jelas Andi.

Bulan Juni 2019, Andi mendapat tanggung jawab menantang, menjadi PPK padapembangunan Masjid Raya Provinsi Jawa Barat, Al-Jabbar. Tahun 2020, dia diamanahi tugas tambahan lain sebagai Kepala Seksi (Kasie) Pengawasan Data dan Informasi pada Bidang Jasa Konstruksi.

“Sejak menjadi pegawai harian, tugas apa pun selalu saya anggap sebagai tantangan. Terlebih untuk tugas yang sebelumnya belum pernah dilaksanakan, seperti Bidang Jasa Konstruksi. Salah satunya, saat ini ketika saya mendapatkan tugas penuh untuk mengawasi pelaksanaan pembangunan Masjid Raya Al-Jabbar,” lanjutnya.

Andi ditunjuk sebagai PPK Masjid Al-Jabbar melalui SK Kepala DBMPR No.900/KEP.42/DBMPR/2019 tanggal 26 Juni 2019. “Ini tugas dan amanah yang harus dilaksanakan dalam mendukung kelancaran proyek Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Maka, diusahakan harus tepat mutu, tepat waktu, tepat anggaran, dan tepat administrasi,” ungkap Andi.

Bertugas sebagai PPK, Andi meneruskan tugas PPK sebelumnya, yaitu mewujudkan terbangunnya Masjid Raya Provinsi Jawa Barat Al-Jabbar. “Sebagai PPK baru, saya masih harus banyak belajar dari pendahulu sebelumnya. Saya sendiri sebelumnya bertugas sebagai pengawas pada pekerjaan tersebut,” ujarnya.

Sebagai PPK baru, Andi memandang kendala yang dihadapi sebagai tantangan.Pasalnya, dari hasil Detail Engineering Design (DED) pembangunan Al-Jabbar yang dibuat oleh konsultan perencana terdapat beberapa perubahan.Total anggaran sesuai dengan hasil DED sebesar Rp 913 miliar. Pekerjaan pembangunan ini merupakan pekerjaan yang sangat detail sehinggga memiliki tingkat kesulitan dan resiko tinggi, terutama bangunan masjid dengan luasan ± 1 Ha tanpa tiang, adanya pekerjaan 4 buah minaret pada ketinggian 90 meter dan pekerjaan plafond pada ketinggian 54 meter.

“Desain Masjid Al-Jabbar merupakan yang pertama dan belum ada sebelumnya, sehingga sulit mencari rujukan untuk studi banding. Selain itu, ada material yang harus didatangkan dari luar negeri (impor), di antaranya pembungkus minaret dan plafond. Pada masa pandemi COVID-19, adanya refocusing anggaran untuk penanganan penyebaran virus Corona dan bantuan sosial. Anggaran tahun ini yang semula mencapai Rp 348 miliar sekarang menjadi hanya Rp 31,5 miliar,” jelas Andi.

Alasan ini pula yang mengakibatkan perubahan pada target penyelesaian pembangunan Masjid Al-Jabbar. Awalnya, Masjid Al-Jabbar ditargetkan selesai akhir tahun 2020, namun tak dapat terealisasi dan direncanakan dilanjutkan tahun 2021. “Anggaran tersebut untuk pembangunan Masjid Al-Jabbar, belum termasuk pembuatan museum atau ma’rodz dan landscape,” ungkap Andi.

Menjadi ASN merupakan cita-cita Andi sebagai bentuk pengabdian pada bangsa dan negara. Untuk itu, berat maupun ringan tugas yang diberikan selalu dijalaninya dengan senang hati, apalagi jika sesuai dengan kemampuan dan ilmu yang dimiliki. “Untuk karier sebagai ASN, saya hanya mengikuti saja bagaimana penilaian atasan, rekan sederajat, bahkan yang di bawah saya. Jika sudah takdir, rejeki tidak ada akan kemana,” tegas Andi.

Mengenai ketertarikannya pindah kedinas lain, Andi menegaskan, dirinya sudah nyaman sejak pertama kerja di bidang ke-PU-an, khususnya di DBMPR Jabar. Ia tidak ingin berpindah ke lain hati, meski tak menampik akan selalu mengikuti apa yang diperintahkan atasan. “Saya memilih untuk tetap mengabdi di DBMPR Jabar. Tetapi sekali lagi, sebagai ASN saya harus mengikuti apa saja yang diperintahkan atasan,” ujar Andi.

Tantangan dan stressing tinggi dalam menjalankan tugas sebagai PPK ditambah tanggung jawab sebagai Kepala Seksi Pengawasan Data dan Informasi pada Bidang Jasa Konstruksi mengharuskan Andi pandai membagi waktu. Tujuannya agar semua pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik.

Untuk membantunya tetap segar dan bugar, Andi memanfaatkan waktu luang di luar jam kantor untuk berolah raga. Waktu luangnya dipakai seefektif mungkin untuk menghilangkan rasa penat dan menjaga kebugaran tubuh. Salah satunya dengan rutin bersepeda. Bahkan, ia sudah melakukan kegiatan gowes sepeda jauh sebelum tren bersepeda menjamur di masa pandemi COVID-19 sekarang ini. (DK)

 

Artikel Terkait

Menekuni Seni dan Pariwisata, Belajar Tegar Membaur di Infrastruktur

dinamika

Pengalaman Lapangan Rampungkan Masalah Lapangan

dinamika

Aseng Supriatna ST. M.Si : Amankan Wilayah Penuh Tantangan

dinamika