Image default
Laporan Utama

Tingkatkan Jalan Jabar Selatan

Satu permasalahan di Jabar yang berusaha diselesaikan adalah disparitas pembangunan di belahan utara, tengah, dan selatan. Jabar bagian utara dan tengah memiliki karakter perkembangan yang lebih pesat dibandingkan belahan selatan.

Di Jabar selatan, tingkat aksesibilitas dan mobilitasnya masih rendah, juga kondisi jalannya rusak dan sempit, sehingga memakan waktu tempuh sangat lama. Akibatnya, potensi ekonomi Jabar selatan seperti potensi kelautan, pariwisata, peternakan, perkebunan, pertanian, pertambangan, energi dan lain-lain tidak dapat berkembang maksimal.

Dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat di Jabar selatan sekaligus memeratakan hasil-hasil pembangunan, maka pengembangan dan penanganan jaringan jalan lintas selatan perlu dituntaskan. Strategi yang diterapkan Guntoro dan jajaran DBMPR Jabar dalam pengembangan infrastruktur di Jabar selatan antara lain menyelesaikan pembangunan/peningkatan jalan jalur horizontal Jabar selatan, mulai perbatasan Jawa Barat – Banten sampai Jawa Barat – Jawa Tengah agar kondisinya membaik.

Selanjutnya, meningkatkan kualitas jalan jalur vertikal utara dan selatan. Lalu, memprioritaskan penanganan beberapa ruas jalan strategis jalur vertikal Jabar selatan, yaitu ruas Bandung – Cukul – Cisewu – Rancabuaya, Garut – Cikajang – Pameungpeuk, Cianjur – Sukanagara – Sindangbarang, Sukabumi – Sagaranten – Tegalbuleud, serta Tasikmalaya – Cipatujah.

“Beberapa kendala pada jalur horizontal Jabar selatan sudah bisa diatasi. Di sini dibangun 159 jembatan, dengan total panjang 4.310,9 m. Pada akhir bulan Februari 2018, diresmikan 2 buah jembatan terakhir, yaitu Jembatan Cisadea dan Jembatan Ciselang. Dengan demikian, pembangunan jembatan di Jabar selatan sudah tuntas semuanya,” papar Guntoro.

Sedangkan untuk jaringan jalan sampai akhir tahun 2017 sudah terhubung semuanya. Sejak tahun 2013, lintas selatan Jabar sudah dapat dilalui kendaraan dengan kondisi jalan yang mantap.

Dengan selesainya pembangunan jalan di Jabar Selatan, maka pengembangan potensi ekonomi di sana dapat lebih dioptimalkan. Jabar selatan pun dijadikan kawasan agroindustri dan pariwisata terpadu melalui optimalisasi potensi sumber daya alam dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan.

Adapun untuk lebih meningkatkan akses jalan belahan utara – tengah – selatan, DBMPR Jabar melakukan peningkatan jalan jalur vertikal. Terdapat dua ruas jalan yang diprioritaskan untuk ditangani, yaitu Bandung – Cukul – Cisewu – Rancabuaya dan Cikajang – Pameungpeuk.

Melihat strategisnya kedua jalan ini, maka pembiayaannya dilakukan dengan pola tahun jamak sesuai Perda Nomor 3 dan Perda Nomor 14 Tahun 2010. Pada akhir tahun 2012, kedua jalan tersebut selesai dikerjakan, sehingga aksesibilitas ke wilayah selatan Jabar meningkat. (wasu / DK)

Artikel Terkait

Roller Barrier Minimalkan Kecelakaan

dinamika

Bantuan Jabar Atasi Kemacetan Bandung

dinamika

Peringatan Kemerdekaan Harus Dimaknai

dinamika