Image default
Laporan Utama

Upaya Kejar Masjid Al-Jabbar Kelar

Pembangunan Masjid Raya Provinsi Jawa Barat, Al-Jabbar, dimulai akhir tahun 2017 dan ditargetkan selesai tahun 2020. Masjid ini dirancang bukan sekadar tempat ibadah sholat, namun juga tempat pembinaan khazanah Islam dengan sentuhan konsep wisata.

Bangunan masjid yang berdiri di atas lahan seluas 25 hektar ini dilengkapi empat menara setinggi 99 meter. Tinggi menara ini terinspirasi dari jumlah Asmaul Husna. Bangunan masjid dikelilingi danau sebagai embung (daerah penyerapan air) dan akan dibangun taman-taman hijau sebagai area rekreasi bagi keluarga. Kawasan Al-Jabbar terdiri atas area Landscape, Embung, dan Jalan Akses.

Tujuan pembangunan Masjid Raya Provinsi Jabar ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menyangkut tempat ibadah yang representatif dan tersedianya fasilitas ruang publik (public space) yang nyaman. Selain itu, Masjid Al-Jabbar diharapkan dapat menjadi sarana dan prasarana bernilai arsip histori budaya. Pasalnya, tempat ini akan memberi kemudahan untuk menggali berbagai literatur dan referensi terkait Al-Qur’an, Asmaul Husna, Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, sejarah Nabi, serta sejarah perkembangan Islam di Nusantara dan Jawa Barat.

Oleh karena itu, penyelesaian pembangunan Masjid Raya Provinsi Jawa Barat menjadi sangat penting. Terlebih mengingat kontinuitas hasil pembangunan tahap sebelumnya yang meliputi pekerjaan struktur (khususnya pekerjaan space frame), mekanikal, elektrikal, dan plumbing yang memerlukan pemeliharaan rutin.

Selain itu, sangat penting menjaga keamanan aset-aset di kawasan pembangunan Masjid Al-Jabbar. Mengingat lingkungannya kini sudah banyak dimanfaatkan masyarakat menjadi “tujuan wisata” tidak resmi. Sekarang banyak pedagang kaki lima di dekat area pembangunan masjid, sementara area danau dijadikan tempat pemancingan, tempat olah raga hingga tempat untuk berswafoto (selfie).

Semula guna menyelesaikan pembangunan Masjid Al-Jabbar tahap 3 di tahun anggaran 2020 dialokasikan dana Rp 348 miliar. Namun lantaran adanya refocusing anggaran untuk percepatan pencegahan COVID-19, akhirnya anggaran itu diciutkan menjadi tinggal Rp 31,5 miliar. Diprediksi kemampuan keuangan Pemprov Jabar sampai akhir tahun 2022 belum recovery, sehingga penyelesaian pembangunan Masjid Raya Provinsi Jawa Barat diperkirakan bakal melampaui rencana awal pemanfaatan masjid pada tahun 2021 sesuai dengan RPJMD.

Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat (DBMPR), A. Koswara MP., dalam Rapim, Selasa (4/8), di Ruang Adibima Utama Kantor DBMPR Jabar, menyampaikan pernyataan Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, terkait pembahasan pembiayaan untuk menyelesaikan pembangunan Masjid Al-Jabbar.

“Penugasan merupakan salah satu alternatif pembiayaan penyelesaian pembangunan Masjid Raya Provinsi Jawa Barat yang melibatkan pihak kedua. Ini untuk mengurangi beban APBD Provinsi Jawa Barat selama masa recovery. Atau penyelesaian pembangunan Masjid Raya Provinsi Jawa Barat dilakukan melalui kontrak tahun jamak (multi years contract),” ujar Kadis.

Pembangunan melalui penugasan maupun kontrak multi years (lewat jalan lelang) lantaran kondisi pandemi COVID-19 akan berpengaruh terhadap kapasitas produksi dan waktu penyelesaian pekerjaan akibat kendala seperti pembatasan jumlah personel. Pasalnya, ada protokol kesehatan COVID-19 yang harus diterapkan dalam kegiatan proyek konstruksi, semisal menghindari terjadinya kerumunan dan keniscayaan untuk menjaga jarak (physical distancing).

Kendala lainnya adalah belum lancarnya distribusi material, khususnya material impor seperti metal ceiling, lift, special lighting, sound, escalator, dan lainnya, sehingga bakal berdampak terhadap masa pelaksanaan pekerjaan. Dengan adanya pengurangan kapasitas produksi dan belum lancarnya suplai material, maka penyelesaian pekerjaan diperkirakan melebihi 365 hari kalender. Alhasil, sistem kontrak tahun jamak merupakan salah satu alternatif penyelesaian pekerjaan dengan satu kali proses pengadaan. (DK)

Artikel Terkait

Agar Dimengerti Dan Tak Terjerat Korupsi

dinamika

Tingkatkan Jalan Jabar Selatan

dinamika

Kondusifitas Buat Ekonomi Jabar Di Atas

dinamika