Image default
Peristiwa

URC Bima Sakti Konektivitas Transportasi Terintegrasi

Mudik menjelang Hari Raya Idul Fitri sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia. Tak terkecuali masyarakat Jawa Barat. Oleh karena itu, ketersediaan armada serta infrastruktur yang memadai menjadi hal yang wajib dirasakan warga yang hendak pulang kampung. Inilah titik fokus Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov) Jabar. Memberi kenyamanan dan keamanan bagi para pemudik.

MAKA, Pemprov Jabar mengadakan apel siaga gelar pasukan pengamanan lalu lintas dan angkutan lebaran di halaman Gedung Sate, Senin (27/5). Ini salah satu perwujudan kesiapan pemerintah dalam rangka menyukseskan pengamanan dan pengangkutan lebaran tahun 2019. Fokusnya antara lain kesiapan armada angkutan lebaran dan prasarana pendukungnya.

Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum, dalam pidato pembukaannya memperkirakan, 18,29 juta orang akan mudik lebaran secara nasional dan 3,7 juta orang di antaranya bakal mudik ke berbagai daerah di Jabar. Selain daerah tujuan mudik, Jabar juga merupakan lintasan pergerakan lalu lintas dan angkutan arus mudik maupun arus balik.

Oleh karena itu, “Saya menghimbau seluruh stakeholder di Jabar untuk berupaya maksimal dalam membantu mengatur dan mengamankan pergerakan arus mudik maupun arus balik, sehingga para pemudik dapat melakukan perjalanan dengan lancar, aman, tertib, dan selamat sampai tujuan,” ujarnya.

Menyinggung titik rawan lokasi mudik, Uu meminta semua stakeholder yang terlibat untuk melakukan mekanisme kerja yang terkoordinasi. Pelayanan terhadap pemudik diutamakan melalui penyediaan Pos Komando Taktis (Poskotis) yang tersebar di sejumlah titik strategis. Fungsinya sebagai rest area, checkpoint, dan menjadi layanan informasi mudik. Poskotis ditunjang berbagai sarana dan fasilitas yang dibutuhkan pemudik.

Pada kesempatan itu, Uu menggulirkan tiga program yang menjamin infrastruktur dan penanganan arus lalu lintas dipersiapkan dengan baik, khususnya untuk warga Jabar maupun warga dari luar provinsi yang hendak mudik ke daerah-daerah di Jabar.

Pertama, Pemprov Jabar menguji coba aplikasi CCTV Jabar Transport Hub yang berfungsi sebagai akses masyarakat dalam mencari informasi teraktual kondisi lalu lintas di Jabar. Kedua, “Salembur” atau Sasarengan Mudik ka Lembur, yakni mudik gratis untuk warga Jabar. Terakhir, meluncurkan Unit Reaksi Cepat Bina Marga Siap Aksi (URC Bima Sakti) yang menjadi tanggung jawab dinas kebinamargaan se-Jabar.

UU menjelaskan, “Unit ini dibentuk untuk melayani laporan atau komplain dari masyarakat berkaitan dengan kerusakan jalan yang ada. Unit ini bentuk responsivitas Pemprov Jabar dalam meningkatkan layanan publik berupa infrastruktur jalan, khususnya selama masa angkutan lebaran.”

Uu kemudian meresmikan ketiga program itu didampingi Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat (DBMPR Jabar), A. Koswara, serta Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat (Dishub Jabar), Heri Antasari.

DBMPR Jabar Siap Atasi Jalur Mudik

KENYAMANAN mudik salah satunya bergantung pada faktor kemantapan jalan. Indra Maha, Kepala Seksi Regulasi dan Kerja Sama DBMPR Jabar, menuturkan, sifat jalan bersifat dinamis. Dilewati kendaraan maupun tidak, jalan tidak akan luput dari kerusakan. Alhasil, pemeliharaan jalan menjadi job desk wajib DBMPR Jabar, terutama di momen lebaran.

“Kalau muncul pertanyaan, apakah jalan perlu dipelihara? Ya, memang harus. Jalan terekspos sinar matahari setiap hari, sehingga lama kelamaan mengalami penuaan dan kerusakan, menjadi getas dan kaku jadi ketika dilewati akhirnya mudah retak-retak dan pecah,” ujar Indra,

Perihal peluncuran tim URC Bima Sakti, Indra mengungkapkan, alasan pembentukannya lantaran komplain dan masukan dari masyarakat mengenai problema dan kerusakan jalan. “Tim URC akan bekerja tanggap langsung ke lokasi begitu ada masalah jalan, sehingga keluhan atau aspirasi masyarakat dapat segera ditangani,” tegasnya.

Tim URC disediakan di setiap KSUP. Dalam satu KSUP yang rentang jaraknya antara 50-100 km disediakan satu URC. Upaya ini guna mengatasi kendala jarak antar balai yang jauhnya bisa mencapai 250-550 km.

URC, Indra mengungkapkan, adalah program berkelanjutan (kontinyu). “Kami juga telah membuka alamat medsos yang sangat terbuka buat masyarakat untuk mengajukan aspirasinya. Bukan hanya untuk keperluan sekarang, melainkan akan terus berlanjut. Karena kemantapan dan kenyamanan jalan sangat tergantung pada upaya pemeliharaan jalan, maka ada momentum mudik maupun tidak, jalan harus mulus,” ujar indra Maha. (feby – wawan / DK)

Artikel Terkait

Jadi Humas Meski Utak-Atik Teknik Tiap Hari

dinamika

TKPRD Jabar Gelar Rapat di Gedung Sate

dinamika

Audiensi Pemkab Subang ke DBMPR Jawa Barat

dinamika